Karena Alat Peraga, Kepala Sekolah Ini Gebuk Guru

KOTA BENGKULU – Guru SMPN 21 Kota Bengkulu, Yuli Setiawati, lebam setalah dipukuli oleh kepala sekolahnya sendiri pada Kamis (23/2/2018) sekira pukul 11.00 pagi. Pemukulan terjadi saat Yuli tengah mengawas ujian praktek siswa.

Menurut pengakuan sang suami, Muhammad Rozali, kejadian bermula saat Kepala Sekolah SMPN 21 SP, memasuki ruangan ujian praktek Yuli, dan memarahi Yuli karena tidak memenuhi panggilannya, disaat bersamaan, Yuli menjelaskan, bahwa dirinya belum bisa menghadap kepala sekolah karena sedang mengawasi siswanya ujian praktek.

“Menurut penuturan orang rumah saya, kepseknya ini masuk ke ruangan labor dan marah, karena dia memanggil istri saya tapi tidak terpenuhi, istri saya menjawab, dia lagi ngawas, setelah ngawas baru dia akan keruangan kepsek,” jelas Rozali pada Jumat (23/2/2018).

Dilanjutkan Rozali, di depan siswa-siswinya, dengan nada marah, kepsek memaksa pengawas untuk segera mengakhiri ujian praktek tersebut, padahal jam praktek belum habis, lalu menarik Yuli dari ruang laboratorium.

“Istri saya ditarik keluar dari labor, belum sampai ruangan dia, istri saya di dorong kayak mau narik kerah baju, setelah itu istri saya berdiri lagi, dia tinju istri saya dan kena pelipis mata sebelah kiri atas” jelas Rozali.

Usai dilerai oleh beberapa guru piket dan guru PKL yang sedang magang di sekolah tersebut, Yuli langsung di bawa ke Rs.Yunus untuk mengambil visum, dan melaporkan kejadian tersebut ke polsek Gading Cempaka.

Sebelum kejadian tersebut, menurut pengakuan Rozali, sang istri dan temannya membuat proposal permohonan untuk penambahan alkes (alat kesehatan) untuk ujian praktek,  namun alkes yang disediakan oleh pihak sekolah tidak sesuai dengan yang dibutuhkan siswa-siswi, dengan alasan stok alat di toko langganan sekolah mereka tersebut sudah habis.

Karena tidak percaya, Yuli dan suami mengecek langsung ke toko alkes tersebut, dan menurut penuturan pemilik toko, stok alkes alat peraga di toko mereka masih banyak dan lengkap.

Kapolsek Gading Cempaka, Kompol Rudi Marwah saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan Rudi, saat ini petugas masih mendengarkan penjelasan dari saksi-saksi dan mengecek hasil visum Yuli Setiawati.

“Langkah selanjutnya akan memanggil saksi-saksi, dan melihat hasil visumnya. kemarin juga kami sudah mendatangi TKP dimana awalnya, dan apa sebabnya,” demikian Rudi.

Baca Juga
Tinggalkan komen