BSC Minta Bahasa Melayu-Bengkulu Dimasukkan dalam Kurikulum Pendidikan

KOTA BENGKULU – Ketua Bencoolen Speaking Community (BSC) atau komunitas Belungguk Baso Bengkulu, meminta bahasa Melayu-Bengkulu dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan mata pelajaran muatan lokal.

Hal tersebut bertujuan, agar pelajar Bengkulu, bisa memahami dan melestarikan bahaya daerah mereka sendiri, sehingga tidak begitu terpengaruh akan budaya luar yang perlahan bisa melunturkan rasa Cinta daerah.

“Kalau kita lihat, bahasa yang dipakai pelajar itu sudah bercampur baur, kalau bahasa Bengkulunya itu, centang perenang, bahkan mereka lebih senang menggunakan bahasa luar,” ujar Endang Indra Purnama pada Selasa (13/3/2018).

Karena itu, Endang berharap, agar hal ini bisa dipertimbakan oleh DPRD kota Bengkulu, untuk ditindaklanjuti.

“Kalau memang adik sanak kami di dewan bisa memasukkan ke dalam muatan lokal, alangkah baiknya, minimal sekolah yang mengenal bahasa itu adalah sekolah dasar, jadi alangkah baiknya,” jelasnya.

Baca Juga
Tinggalkan komen