Ini Pemicu Beredarnya Informasi Penyerangan Nelayan Malabero

KOTA BENGKULU – Pertikaian antara nelayan Malabero dengan Nelayan Pulau Baai Kota Bengkulu, Kamis (1/2/2018), ternyata berawal dari aksi anarkis nelayan tradisional Desa Pasar Palik, Bengkulu Utara yang nekad mengamankan alat tangkap trawl milik nelayan Pulau Baai saat berada ditengah laut sekira pukul 00.05 Wib dini hari.
Dalam aksi ini dua orang nelayan Pulau Baai dikabarkan terluka, setelah sempat baku hantam dengan nelayan Pasar Palik. Korban diketahui bernama Syukri (32) dan seorang rekannya sesama nelayan.
Korban berhasil dievakuasi aparat sekira pukul 18.00 Wib dengan menggunakan dua unit kapal milik Lanal Bengkulu dan Pol Air untuk langsung dibawa kerumah sakit guna mendapatkan perawatan medis.
Dari keterangan istri Syukri, suaminya tersebut mengalami luka di bagian kepala akibat keributan ditengah laut lepas.
“Tadi sekira pukul 11 siang, saya di kasih informasi bahwa suami saya (Syukri) mengalami luka di bagian kepala akibat dilempar batu saat melaut,” kata Ratih.
Kemudian, kata Ratih, Syukri memang berangkat melaut sejak empat hari lalu, dan akan pulang dua hari lagi.
“Memang biasanya kalau suami saya sekali berangkat sampai berminggu-minggu dan selama ini tidak pernah ada kejadian seperti ini,” ucapnya.
Dari informasi yang beredar, sekira pukul 13.00 Wib, aliansi Pasar Palik akan bergerak ke pasar Pantai Malabero guna membawa Barang bukti berupa alat tangkap trawl sepanjang 20 meter milik  nelayan Pulau Baai yang berhasil diamankan. Pembawaan barang bukti ini bertujuan untuk menuntut janji 2 miliar denda bagi siapa saja yang masih menggunakan trawl.
Dikarenakan hubungan baik antara nelayan Pasar Palik dan Nelayan Malabero, kedatangan ini dianggap akan memicu keributan dengan nelayan trawl Pulau Baai.
Baca Juga
Tinggalkan komen