Logo

Hasil Penelitian, Bengkulu Masuk 5 Besar Daerah Aman Terosisme

Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Membuka Secara Resmi Seminar Hasil Penelitian Pemetaan Potensi Radikal Terorisme di Wilayah Provinsi Bengkulu

Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Membuka Secara Resmi Seminar Hasil Penelitian Pemetaan Potensi Radikal Terorisme di Wilayah Provinsi Bengkulu

bengkulunews.co.id – Hasil penelitian pemetaan potensi radikal terorisme yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT-RI) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menyatakan Provinsi Bengkulu masuk 5 besar sebagai daerah aman terosisme. Namun demikian, kewaspadaan terhadap tindak terorisme dan radikalisme tetap perlu diwaspadai.

“Tapi tidak mesti yang aman kami tidak lakukan pencegahahn karena itu adalah kewaspadaan. Jadi dalam hal ini, BNPT itu domainnya pada pencegahan. Untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan kami melakukan pemetaan, dimana di Provinsi Bengkulu ini ada potensi yang mengarah ke terorisme dan radikalisme,” ungkap Kasubdit Kewaspadaan BNPT-RI Andi Intang Dulung dalam Seminar Hasil Penelitian dan Pemetaan Potensi Radikal Terorisme di Wilayah Provinsi Bengkulu, Rabu pagi (05/10) di ruang pertemuan salah satu hotel di Kota Bengkulu.

Ditambahkan Intang Dulung, ada banyak faktor yang membuat seseorang itu jadi teroris, salah satunya faktor ekonomi. Menurutnya, jika seseorang berada dalam persoalan ekonomi maka akan mudah untuk dipengaruhi.

“Kalau orang sudah kosong perutnya, kosong semuanya, paham – paham itu bisa menempel di situ. Jadi faktor ekonomi menjadi catatan penting dalam mencegah munculnya terisme di suatu daerah,” tutup Andi Intang Dulung serius.

Menanggapi seminar yang diselenggarakan FKPT Provinsi Bengkulu dengan mendatangkan Perwakilan BNPT-RI ke Bumi Rafflesia dalam mencegah radikalisme dan terorisme,
Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas seminar pencegahan radikalisme dan terorisme. Pasalnya, dengan dilakukannya pemetaan potensi seperti ini, dipastikan potensi terorisme radikalisme bisa dicegah bahkan bisa dihilangkan.

Kendatipun demikian, Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta kepada seluruh elemen masyarakat, untuk lebih ketat dalam mengawasi para remaja, karena dari hasil penelitian yang ada, terorisme dan radikalisme sangat dekat dengan kaum muda. Hal ini lantaran, kelemahan kaum muda ada pada aspek pertimbangan kematangan emosional, sehingga mudah terseret ke arah paham – paham yang menyesatkan.

“Ketika nilai – nilai norma dan agama yang benar didapat dalam lingkup keluarga, maka bisa dikatakan bahwa ada perah ayah dan ibu hebat didalamnya,” ungkap Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Meryah yang dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan.

Selain menggelar seminar pencegahan terorisme dan radikalisme, dalam waktu dekat KPT Provinsi Bengkulu juga berencana menggelar Fokus Group Diskusi bersama Jurnalis dan pihak terkait lainnya. Untuk memastikan pemetaan yang dilakukan terhadap daerah yang berpotensi radikalisme terorisme bisaterpantau secara baik. (101/MC)