Logo

Grab Distop, Warga Bengkulu Kecewa

BENGKULU – Setelah di nonaktifnya aplikasi Grab Bengkulu oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu pada Senin (13 /08/2018) lalu, kini muncul permasalahan baru di kalangan masyarakat.

Banyak masyarakat yang tidak setuju aplikasi Grab dinonaktifkan. Sebab masyarakat merasa bahwa Aplikasi Grab banyak membantu dalam kegiatan sehari hari mereka.

Saat ini, sosial media mulai ramai memperbincangkan serta menggunakan hashtag #KamibutuhGrab# pun hampir 1 juta like dan ratusan komentar positif.

Aditia Kamil Jambak, pengguna aplikasi Grab mengatakan bahwa dirinya sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Kominfotik sebab aplikasi Grab saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat seluruh kalangan.

“Saya sangat menyayangkan dan mengencam tindakan yang menonaktifkan aplikasi Grab, aplikasi Grab salah satu alternatif transportasi sangat di butuhkan oleh masyarakat karena suka tidak suka kita harus menerima perkembangan zaman kemajuan teknologi dan infomatika,” ujar Aditia.

Aditia beranggapan bahwa Angkutan Kota (Angkot) itu sama dengan Aplikasi Grab namun kenyataannya itu sangatlah berbeda, dari sistem kerja sudah berbeda.

“Angkot dan Grab sangat berbeda dari segi sistem kerjanya, harga pun tidak sama. Banyak yang bilang Grab itu merugikan angkot padahal tidak sama sekali. Contoh saja angkot mana mau ngantar penumpang sampai di depan rumah dan hanya satu penumpang saja, coba Grab kan dia mau antar sampai dirumah dan juga tidak ribet pakai aplikasi tunggu 5 menit sampai tempat kita berada, kalau angkot ya nunggu belum tentu kadangan lewat,” jelas Aditia.

Aditia berharap agar aplikasi Grab di Bengkulu dapat di aktifkan kembali karena bukan hanya pengguna jasa Grab saja yang kecewa namun para pekerja Grab juga kehilangan pekerjaannya.

“Kalau Grab benar-benar di tutup itu bukan hal yang bijaksana untuk transportasi online di Bengkulu, ingat tahun 2020 event visit Bengkulu wonderfull 2020 masa nanti pengunjung wisatawan lain datang ke bumi rafflesia tidak merasakan transportasi online untuk taxi konvensional aja kita susah,” pungkasnya.