Dengan Sistem Magang, Pemrov Bengkulu Tingkatkan Skill Tenaga Kerja

Menkertrans saat memberikan arahan tentang program magang
Menkertrans saat memberikan arahan tentang program magang

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Pemerintah Provinsi Bengkulu tadi siang menandatangani nota kesepahaman dengan IM Japan, Jumat (17/11/2017). Kerja sama terkait pengiriman tenaga magang ke Jepang ditandatangani Plt. Gebernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA dan CEO IM Japan, Gitechi Nishijama.

Dikatakan Plt. Gebernur Bengkulu, H. Rohidin Mersyah, ini sebuah upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi anak muda Bengkulu. Pemagang ini, diharapkan mampu membawa ilmu yang didapatkan ke Bengkulu.

“Dari sekian juta penduduk Provinsi Bengkulu, persentase pengusaha hanya 2 persen. Sedangkan, idealnya adalah 4 sampai 5 persen dari jumlah penduduk. Dengan adanya anak mmagang ini, semoga bisa mendongkrak jumlah pengusaha Bengkulu, agar perekonomian ikut stabil,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, program pengiriman pemagang ini sungguh luar biasa, jadi harus dijaga dengan baik. Menjaga komitmen itu paling penting, jangan sampai nanti terjadi masalah lagi.

Apresiasi tinggi juga disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, M. Hanif Dhakiri. Dirinya bangga dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang peduli dengan kompetensi generasi muda Bengkulu.

Nota kesepahaman yang telah ditandatangani oleh Plt Gubernur dan CEO IM Japan

Ia ingin, masyarakat khususnya pemuda Bengkulu dapat memanfaatkan program ini dengan baik, apalagi ini juga program pelatihan nasional.

“Jadikan ini sarana dalam meningkatkan kompetensi dan skill, jangan punya niat semata buat cari duit, tapi carilah ilmu dan tingkatkan kemampuan,” katanya.

Hanif juga menyampaikan, saat ini sudah 23 ribu tenaga kerja Indonesia yang magang ke Jepang.

Dijelaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi Provinsi Bengkulu, Nurul Insani, dari 600 pendaftar baru 291 yang mengembalikan berkas. Nantinya, pemagang yang lulus akan melalui diklat selama 2 bulan.

“Kontrak pemagang selama 5 tahun di Jepang. Pemagang akan dikirim ke berbagai perusahan, baik bidang kontruksi, mekanik, elektronik, industri, perkayuan dan masih banyak lagi yang lainnya. Terkait gaji, tahun pertama ini pemagang digaji Rp 15 juta setiap bulannya,” ungkap Nurul.

Di sisi lain lagi, CEO IM Japan, Gitechi Nishijama, mengharapkan, kerja sama ini bisa terjalin dengan baik. Peristiwa beberapa tahun lalu jangan sampai terulang kembali.

“Dulu pemagang melarikan diri dan saat itu saya ditegur kehakiman Jepang. Akhirnya pemagang dari Bengkulu di blacklist,” tutupnya.(Hady/adv)

Baca Juga
Tinggalkan komen