BUMN Diminta Kendalikan GPS Ayam Petelur

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. Humas Kemendag

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menegaskan, pemerintah berupaya maksimal mencegah peternak ayam petelur mengalami kerugian.

Untuk itu, pemerintah telahe menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengendalikan bibit induk atau Grand Parent Stock (GPS) ayam petelur dan melanjutkan pemberian subsidi pakan ternak.

“Pemerintah bertugas untuk membantu peternak rakyat agar tidak merugi. Oleh karena itu, Pemerintah telah membuat acuan harga telur yang masuk akal,” ujar Mendag Zulkifli Hasan melalui siaran pers, Rabu (2/11/2022).

BUMN akan mengendalikan GPS ayam petelur yang dapat diakses oleh para peternak ayam petelur rakyat. Sehingga, peternak ayam petelur dapat membentuk badan usaha seperti koperasi yang dapat digunakan mengakses GPS ayam petelur.

“Peternak dapat membentuk koperasi dan mengajukan GPS ayam petelur kepada BUMN tersebut. GPS ayam petelur tidak boleh diatur oleh beberapa perusahaan saja,” terangnya.

Langkah itu, dapat membuat stabilitas harga dan pasokan telur di masyarakat tetap terjaga. Imbasnya harga di tingkat produsen pun tidak mengalami penurunan hingga berada di bawah HPP. Dampaknya, peternak mendapat keuntungan yang wajar dan tetap semangat dalam melakukan produksi.

“Stabilitas harga telur ayam ras di tingkat produsen akan memberikan kepastian kepada peternak untuk melakukan produksi sehingga pasokan di konsumen tetap terjaga,” kata Zulkifli Hasan.

Kemudian berkaitan dengan pakan ternak, lanjutnya, pemerintah telah memberikan subsidi pembelian pakan ternak. Peternak ayam petelur dapat membeli jagung sebesar Rp5.000 per kg. Dengan begitu, para peternak ayam petelur dapat membeli pakan ternak melalui perusahaan mana pun, tidak bergantung pada perusahaan tertentu ketika menjalankan usahanya.

“Dalam rangka mendorong peningkatkan perusahaan pakan ternak dengan tujuan agar tidak tergantung pada perusahaan tertentu,” kata Mendag.

Kementerian Perdagangan telah menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan program pengadaan dan penyaluran jagung kepada peternak skala mikro dan kecil di beberapa daerah, salah satunya Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Bantuan tersebut dapat meringankan beban produksi peternak ketika harga jagung pakan mengalami kenaikan.

“Pemerintah akan sekuat tenaga memperjuangkan kepentingan peternak ayam petelur agar tidak bangkrut karena menyerap banyak tenaga kerja. Ini merupakan tugas pemerintah,” tegas Mendag Zulkifli Hasan.

Diketahui, jagung merupakan komponen bahan baku utama pembentuk pakan ayam petelur. Biaya pakan memberikan andil sekitar 75 persen terhadap Harga Pokok Produksi (HPP) komoditas telur ayam ras. Pada Februari 2022, harga pembelian jagung pakan di tingkat pabrik pakan mencapai Rp5.460 per kg. Harga ini 21,75 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp4.480 per kg.

Baca Juga
Tinggalkan komen