Bengkulu #KitoNian

Usai Banjir, Harga Jual Hasil Pertanian Merosot

Penulis : Cindy

Areal persawahan Rawa Makmur. Foto, Cindy/BN

BENGKULU – Banjir yang terjadi di Bengkulu berdampak bagi para Petani. Lia (29) salah satu petani di daerah Rawa Makmur ini mengatakan bahwa dari sawahnya itu 5 sampai 10 persen padi menguning.

“Ada 5 sampai 10 persen yang menguning,” ucapnya pada Bengkulunews.co.id, Jumat (11/02/2022).

Ia juga mengatakan bahwa padi yang menguning tersebut masih bisa dijual akan tetapi harganya menurun dari harga padi biasa sehingga mereka mengalami kerugian.

“Bisa dijual lagi tapi harganya turun mbak biasa 160 sampai 170 ribu perkaleng nah kalau rusak itu bisa 130 ribu perkaleng bahkan sampe 120 ribu karna banyak padi kosong rugi kita,” jelasnya.

Lia juga mengaku bahwa sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah, bahkan Ia berharap pemerintah memberikan bantuan kepada para Petani.

“Bantuan belum ada disini, kalau bisa bantu bibit dan pupuklah pemerintah,” sambungnya.

Adapun Yodi (18) juga salah satu pengurus lahan persawahan ini mengaku dari 2 hektar lahannya itu 20 persen padi berubah warna sehingga harga penjualan menurun.

“Iya padi kami dari 2 hektar lahan itu sekitar 20 persen berubah warna jadi kuning, kalau untuk dijual bisa tapi harga turun,” katanya.

Yodi meminta agar sesama petani untuk membenarkan siring yang rusak agar air dapat mengalir dengan kancar sehingga tidak menyebabkan banjir.

“Ya maunya siring yang ada ini dibenarkan, sesama petani. Ya biar airnya lancar mengalir biar gak banjir lagi,” demikian Yodi.

Baca Juga
Tinggalkan komen