Logo

Transformasi Birokrasi, Upaya Bengkulu Mengejar Ketertinggalan

Gubernur Ridwan Mukti (Tengah) menghadiri acara memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2016, di Pekan Baru, RIau

Gubernur Ridwan Mukti (Tengah) menghadiri acara memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2016, di Pekan Baru, RIau

 

 

Gubernur Ridwan Mukti (Tengah) menghadiri acara memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2016, di Pekan Baru, RIau

bengkulunews.co.id – Angka kemiskinan Provinsi Bengkulu hampir dua kali lipat dari rata-rata angka kemiskinan nasional, dimana angka rat-rata kemiskinan nasional sebesar 10,2  persen , sedangkan angka kemiskinan Bengkulu sudah menyentuh angka 18 persen.

Lebih mengerikan lagi, ada kabupaten di provinsi Bengkulu, angka kemiskinannya sudah menembus  24 persen.

Hal tersebut di sampaikan Gubernur Ridwan Mukti dengan merujuk data dari statistik, saat membuka acara Semarak Akhir Tahun 2016, di lapangan Sport Center, Pantai Panjang, Bengkulu, pada Selasa pagi (27/12).

Angka kemiskinan yang tinggi tersebut, terang Ridwan, selain disebabkan oleh minimnya infrastruktur dasar, juga disebabkan budaya birokrasi yang kurang mengakomodir memperhatikan kepentingan dasar masyarakat.

Untuk itulah, selanjutnya menurut Ridwan Mukti, perlu secepatnya memperbaiki tata kelola pemerintahan, dengan transformasi birokrasi.

Ridwan Mengakui mengakui, untuk melakukan hal tersebut tidaklah mudah, dirinya memahami akan kepahitan yang akan di alami oleh masyarakat Bengkulu saat dirinya menggebrak suatu gerakan untuk  hijrah ke birokrasi yang bersih dan professional tersebut.

“Jika Bengkulu ini ingin maju dan sejahtera, pahit memang, katanya, namun kedepannya akan menghasilkan suatu kekuatan besar  untuk menciptakan Bengkulu yang  jujur, tangguh dan sejahtera,” pungkasanya. (saipul)