Suimi : Kekerasan Antara Kepsek dan Guru Dipicu Kurang Silaturahmi

KOTA BENGKULU – Terkait aksi pemukulan kepala sekolah terhadap staf pengajarnya, Anggota komisi III DPRD Kota Bengkulu, Suimi Fales mengatakan, aksi ini dikarenakan kurangnya komunikasi antara guru dan kepala sekolah. Menurut Suimi, komunikasi ini dapat dibangun dengan cara menggelar briefing sebelum aktivitas belajar mengajar dimulai.

“Kadang dimana letak salah kita, yang perlu menjadi perhatian, misal tidak ada coffea morning, karena kadang beli snack tiap hari tidak ada, jadi tidak pakai silahturahmi di sekolah,” ujar Suimi saat hearing Rabu (28/2/2018).

Dilanjutkan Suimi, hal tersebut merupakan faktor anggaran, tidak ada anggaran bisa mengakibatkan kurangnya silahturahmi, semestinya tidak harus seperti itu.

“Faktor anggaran bisa menjadi alasan, karena tidak ada anggaran mengakibatkan kurangnya silahturahim, mau ngumpul harus ada snack, semestinya tidak perlu itu,” imbuhnya.

Suimi menyarankan, dengan ada nya kejadian tersebut, hubungan antara kepala sekolah dan guru harus lebih erat untuk menghindari miss komunikasi. Salah satunya dengan mengadakan briefing pagi 5 menit, sebelum guru-guru masuk ke kelas untuk memulai pelajaran.

“Umpama sebelum guru-guru turun mengajar, 5 menit kepala sekolah menyampaikan, atau pengawasnya memberi wejangan, sebut saja kultum 5 menit lah,” kata Suimi.

“Dengan seperti itu, guru-guru pasti akan merasa terayomi, dan kepala sekolah nya juga merasa di hargai oleh dewan guru,” demikian Suimi.

Baca Juga
Tinggalkan komen