SMSI Bengkulu Gelar Diskusi Panel dan Deklarasi Pilwakot Sehat

KOTA BENGKULU- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bengkulu menggelar diskusi panel dan deklarasi pilwakot sehat no hoax di Hotel Kuala View Pantai Panjang Kota Bengkulu, Sabtu (24/2/2018).

Disampaikan Ketua SMSI Provinsi Bengkulu, bernaung 63 media didalam SMSI Bengkulu, tentunya akan diberi pembekalan khususnya kepada anggota.

“Seandainya nantinya itu dianggap Hoax atau pemicu keributan atau berunsur kebencian, ya silahkan saja ditindak lanjuti dan dilaporkan,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Rahimandani SMSI hadir untuk menjadi fasilitas pemilik media online. Langkah awal yang dilaksanakan yakni kerjasama dengan PWI untuk UKW yang digelar Desember 2017 lalu, serta kedepan akan dilakukan verifikasi terhadap media online yang bergabung di SMSI.

“Kehadiran SMSI di Provinsi Bengkulu baru berkisar empat bulan, untuk itu SMSI terus berupaya mewujudkan berbagai program,” tegasnya

Sementara itu, Carateker Walikota Bengkulu Budiman Ismaun juga mengatakan dengan hadirnya SMSI, ia mengajak untuk memberitakan hal yang bernuansa positif, mengandung pengetahuan, dan berdasarkan fakta.

“Untuk semua media agar bisa bermitra dalam membangun Kota Bengkulu, terutama dalam mensukseskan pilwakot Bengkulu,” kata dia.

Selanjutnya, sambung Budiman untuk mengajak masyarakat Kota Bengkulu maupun pelajar dan mahasiswa untuk cerdas bermedia sosial.

Menurutnya, dengan dimulainya pesta demokrasi pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu periode 2018-2023 mendatang maka potensi penyebaran berita hoax dalam berdemokrasi akan terbuka lebar.

“Pelaksanaan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota merupakan tanggung jawab bersama, kita semua menginginkan pemilihan yang damai stop penyebaran berita Hoax. Jangan lagi ada pemberitaan yang sifatnya bohong ditampilkan di media sosial”, tegas Budiman.

Selain itu, pada acara tersebut turut hadir ketua Komisi Informasi Provinsi Bengkulu Ifsyanusi, M.Si, Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno, ketua Panwaslih Kota Bengkulu Rayendra Pirasad, akademisi dari IAIN Bengkulu Dr Qolbi Khoiri dan pengelola group media sosial Facebook Feri Sapran, serta Emilia Puspita atau Ita Jamil dan diikuti ratusan peserta dari BEM se Kota Bengkulu, OKP, LSM serta jurnalis.

Pantauan Bengkulunews.co.id  usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan  deklarasi pilwakot sehat no hoax yang dimulai dengan Penjawat Wali Kota Bengkulu Budiman Ismaun membubuhkan tandatangan di spanduk diikuti oleh undangan dan narasumber yang hadir serta perwakilan dari BEM dan OKP serta acara diakhiri dengan makan bersama.

Baca Juga
Tinggalkan komen