Sikapi Aksi Mahasiswa, Gubernur Undang, Rektor dan BEM se-Provinsi Bengkulu

Erlan Oktriandi
Sikapi Aksi Mahasiswa, Gubernur Undang, Rektor dan BEM se-Provinsi Bengkulu

Bengkulu – Gubernur Bengkulu DR H Rohidin Mersyah melakukan rapat kordinasi (Rakor) besama dengan Rektor dan Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) serta Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Provinsi Bengkulu.

Selain itu Rakor juga akan diikuti oleh Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) serta OPD terkait.

Tujuan rakor ini untuk menyikapi aksi mahasiswa yang beberapa hari ini melakukan aksi penyampain aspirasi.

“Kita akan undang Rektor serta BEM se- Provinsi Bengkulu, untuk bicara duduk bersama membahas keinginan adik-adik mahasiswa yang melakukan aksi selam 2 hari ini di Provinsi Bengkulu,” ujar Gebernur Rohidin saat membuka Rakor Karhutla, Jumat ( 27/9/19 ).

Dikatakan Rohidin Mersyah, koordinasi ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan kemungkinan aksi yang sifatnya anarkis. Serta memberikan pemahaman kepada mahasiswa di Provinsi Bengkulu untuk bertindak obyektif dalam setiap melakukan aksi.

“Rakor ini nantinya akan mendengar aspirasi mahasiswa. Apa saja yang menjadi aspirasi mahasiswa akan ditampung. Serta akan disampaikan ke pusat. Rektor serta Kepala Daerah jangan membatasi ruang gerak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya,” ujar Rohidin Mersyah.

Dia mengatakan untuk menyampaikan aspirasi memang dilindungiundang – undang. Namun aksi juga harus dilakukan sesuai aturan. Jangan berlaku anarkis yang nantinya akan berdampak tidak baik. Dengan tegas dia mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi siap menyalurkan aspirasi mahasiswa.

“Saya sangat mendukung aksi mahasiswa yang beberapa hari ini di lakukan di wilayah Provinsi Bengkulu. Sebagai Gubernur saya siap menampung aspirasi adik-adik mahasiswa. Kita jamin aspirasi tersebut  akan kita sampaikan ke Presiden maupun DPR RI. Namun tetap dalam melakukan aksi jangan berlaku anarkis serta memaksakan diri,” ujar Gubernur Bengkulu.

Gubernur juga mengimbau kepada mahasiswa serta pihak universitas baik PTN maupun PTS yang ada di Provinsi Bengkulu untuk tidak mengerahkan serta memobilisasi masa lebih banyak lagi.

“Apalagi sampai ikut melakukan aksi ke Jakarta. Cukup dilakukan di Bengkulu,” demikian Rohidin.

Reporter : Yudi Arisandi

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!