
Tampak Depan Kafe Koridor di Kota Bengkulu (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ditulis oleh: Abdurrahman Thariq I'tisham
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang kuliner terus berkembang pesat sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kreatif, tak terkecuali di Kota Bengkulu. Di tengah maraknya persaingan kedai kopi lokal, sebuah kafe bernama Koridor berhasil mempertahankan eksistensinya hingga menginjak usia operasional hampir dua tahun.
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari fondasi manajemen operasional yang kuat dalam mengelola staf, merantai pasok bahan baku, hingga memastikan kepuasan para pelanggannya.
Sistem Manajemen Keuangan sebagai Fondasi Operasional
Mengelola sebuah bisnis kafe tidak hanya sebatas menyajikan secangkir kopi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah sistem manajerial diatur mulai dari hulu ke hilir. Menurut Manajer Kafe Koridor, pengelolaan operasional bermula dari sistem keuangan yang kuat.
“Pondasi pertama dari perusahaan itu adalah dari keuangan. Dari keuangan itu ada namanya di bawah keuangan dia ngurus operasional. Ngurus operasional itu baik dari SDM, dari bahan baku, serta kafe itu jalannya untuk lebih baik ke depannya,” jelas Manajer Kafe.
Dari perencanaan keuangan tersebut, pihak manajemen membagi struktur operasional ke dalam beberapa divisi secara rinci, seperti divisi barista, server (pelayan), dan kasir. Setiap divisi ini dipimpin langsung oleh seorang head (kepala/penanggung jawab) yang bertanggung jawab atas kinerja anggota timnya. Misalnya, admin kasir mengontrol arus transaksi agar tidak terjadi selisih, sekaligus memantau cara pelayanan ke pelanggan.
Sistem Pelaporan dan Pengelolaan Bahan Baku
Untuk memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan lancar, manajemen menerapkan sistem pelaporan mingguan yang wajib diserahkan oleh setiap penanggung jawab divisi. Laporan ini mencakup hasil penjualan harian, evaluasi kinerja staf, hingga progres kerja tim.
Sementara itu, dari segi logistik bahan baku yang merupakan nyawa dari sebuah kafe manajemen telah membentuk tim khusus yang disebut “Tim Produksi”. Tim ini bertugas penuh dalam mengelola kebutuhan inventaris harian.
“Karyawan lain seperti barista, kitchen, atau server itu mereka tidak perlu mengurus atau membeli bahan baku kebutuhan mereka. Jadi dari tim produksi inilah yang bakal membeli kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh setiap divisi,” tambah sang Manajer.
Kehadiran tim produksi ini sangat efektif memangkas beban kerja operasional staf layanan. Dengan demikian, divisi bar maupun dapur dapat lebih berfokus pada kecepatan dan kualitas penyajian pesanan tanpa terganggu memikirkan sisa persediaan kopi atau susu.
Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Andalas

malinda
Oktober 9, 2026
subhan gusti hendri
Oktober 9, 2026
S Adeni
Oktober 9, 2026
pra surya Dwi Swasti
Oktober 9, 2026
Reatha
Oktober 9, 2026
Cahyo gunarso
Oktober 9, 2026
Yuliana
Oktober 9, 2026
Irma Nofianti
Oktober 9, 2026