Logo

Sembilan Pimpinan Media Mingguan Bengkulu Hearing dengan Komisi I Provinsi

bengkulunews.co.id – Sembilan pimpinan media mingguan lokal Bengkulu mengadakan hearing dengan Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, di aula rapat Sekretariat DPRD Provinsi, Rabu (07/09).

Agenda hearing ini terkait dampak dari restrukturisasi atau rasionalisasi anggaran Tahun 2016 oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu, berdampak dengan pemangkasan dana publikasi yang telah dianggarkan sebelumnya sebesar 36%.

Peserta hearing dari sembilan pimpinan media yakni, Bengkulu News, Tabloid Inspirasi, Aspirasi News, Berita Raflesia, Koran Mata Rakyat, Koran Kabar Bengkulu, Bengkulu Ekspose, Mitra Publik dan Bengkulu Independen.

Hearing ini Disambut Baik oleh Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, dari Komisi I yang d wakili oleh H Dalhadi Umar, Srie Rezeki dan H Armansyah Mursalin.

Hearing ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dewan Provinsi Bengkulu, Hendra Purnama dan dari Kabag Humas Karmawanto, M.Pd.
Direktur Berita Raflesia, Apriansyah mengatakan Pemangkasan Anggaran Publikasi, akan menyebabkan terganggunya Kegiatan Operasional Perusahaan Media Mingguan Lokal Bengkulu.

Hal ini Ditanggapi oleh H. Dalhadi Umar dan H. Armansyah Mursalin yang menyambut baik Aspirasi dari Rekan Wartawan. Dengan Adanya Pemangkasan Anggaran Operasional, bukan berarti Lumpuh total. Pemangkasan yang rencananya akan dilaksanakan ini, tidak hanya pemangkasan anggaran publikasi saja, tetapi juga bisa di kegiatan lainnya.

Srie rezeki juga menambahkan, dirinya membenarkan apa yang disampaikan oleh oleh H. Dalhadi Umar dan H. Armansyah Mursalin. Sri rezeki mengharapkan agar jangan sampai rasionalisasi ini mengakibatkan kerjasama dengan media lokal terputus, dan menyebabkan media lokal tidak berjalan atau tutup. Mungkin kebijakan yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi porsinya saja.

Direktur Media Bengkulu News, Erlan Oktriandi mengatakan, minimal ada 20 karyawan di dalam satu perusahaan pers lokal Bengkulu. Jika ada 50 media lokal di Bengkulu, maka ada 1000 orang yang bekerja di perusahaan pers. Artinya perusahaan pers di Provinsi Bengkulu membantu lapangan pekerjaan. Secara tidak langsung, perusahaan pers juga turut membantu pemerintah dalam lapangan pekerjaan.

Oleh karena itu, kalau seandainya pemangkasan ini terjadi, perusahaan bisa mengurangi jumlah karyawannya (mem-PHK) Karyawannya.

Erlan berharap, agar Komisi I yang juga mitra insan pers dapat mensuport dan mendukung media-media mingguan lokal yang ada di Bengkulu, agar dapat berkompetitor dengan perusahaan yang telah besar.

Sekwan DPRD Propinsi Bengkulu juga menanggapi, untuk media yang berlangganan akan tetap dibayarkan. Untuk Media online juga masih ada alokasi dananya untuk tetap dibayarkan, hanya mungkin ada masalah keterlambatan saja. (101)