Logo
Dempo Xler

Mengganggu, Warga Mintak Bak Sampah Dipindahkan

Terlihat petugas sampah yang menggunakan kendaraan roda tiga membuang sampah di bak sampah pasar Minggu

Terlihat petugas sampah yang menggunakan kendaraan roda tiga membuang sampah di bak sampah pasar Minggu

Terlihat petugas sampah yang menggunakan kendaraan roda tiga juga membuang sampah di bak sampah pasar Minggu

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Warga sekitaran jalan Bangka, Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu tepatnya di area pintu masuk pasar Minggu keberatan dengan keberadaan bak truck sampah di area tersebut.

Diakui Shaf (38), pemilik warung nasi yang tidak jauh dari lokasi, dirinya dan warga lainnya sudah meminta kepada pemerintah melalui Dinas Kebersihan Kota Bengkulu untuk memindahkan bak sampah yang sudah lama berada di sana.

Dipantaunya, beberapa warga yang bukan warga sekitar juga ikut membuang semua sampahnya di sana, hingga mengakibatkan sampah tersebut menumpuk dipinggiran jalan. Bahkan sudah menutup hampir separuh jalan dan menimbulkan kemacetan. Tak hanya itu, sampah tersebut juga bertebaran hingga membawa aroma tak sedap dan mengganggu kententramann pedagang nasi dan pedagang sekitar lainya.

“Ini memang sudah sangat menggangu dan sudah tidak bisa didiamkan dan juga masa sudah hampir pukul 10 pagi sampah belum juga diambil,” terang Shaf kepada bengkulunews.co.id Sabtu pagi (18/1/2017).

Sudah sering kali warga meminta dipindahkan, tapi petugas kebersihan ingin warga mencari tempat terlebih dahulu dan nantinya baru akan dilakukan pemindahan.

“kami tidak tahu mau dipindahkan kemana,” ujarnya.

Selain itu, Leman (60) petugas sampah NUSP Kelurahan Belakang Pondok, tiap harinya selalu membuang sampah di sana, padahal pemerintah sudah menegaskan, bahkan sudah memasang spanduk untuk sampah gerobak dan sampah roda tiga, tidak boleh membuang di sana, melainkan langsung membuang di pusat pembuangan sampah Air Sebakul.

“Kalau kami membuang di Air Sebakul, otomatis uang operasional kami tidak cukup. Karena iuran yang kami kumpulkan dari warga tidak berimbang dengan operasional,” singkatnya.