Menelaah Perubahan Gerakan Sosial di Ruang Digital

Menelaah Perubahan Gerakan Sosial di Ruang Digital

Indonesia mengalami perkembangan mengenai gerakan sosial dari masa ke masa. Dalam beberapa tahun terakhir ini gerakan sosial mulai masuk ke ruang digital karena arus globalisasi, modernisasi dan dampak pandemi covid-19.

Wanda J Orlikowski (2012) mengatakan sociomateriality merupakan manusia dan teknologi komunikasi itu sudah menyatu, saling berinteraksi, dan mempengaruhi satu dengan yang lain. Ruang publik digital memang selalu menawarkan opini-opini publik yang mudah diakses, dengan perkembangan infrastruktur digital dan mudahnya mendapatkan smartphone, dunia seakan telah berada di dalam genggaman.

Gerakan Sosial di Media Sosial, sangat berperan penting dalam gerakan mahasiswa dan masyarakat dewasa ini. Adapun peran media sosial dalam gerakan mahasiswa dan masyarakat untuk memobilisasi suatu massa yang ada, media sosial bisa berperan untuk memberikan suatu isu, tidak harus turun ke jalan untuk menyampaikan pendapat. Ruang digital dapat menjadi suatu alternatif saat ruang publik fisik tidak memungkinkan dilakukan karena telah dikontrol atau dibatasi.

Seruan aksi  media dari mahasiswa dan masyarakat dengan menggunakan hashtag di media sosial isu yang sebarkan secara masif akan membentuk opini publik yang melahirkan kesadaran dan sikap bagi pembacanya.  Dengan adanya platform digital dan jaringan internet gerakan mahasiswa dan masyarakat dalam mengkaji suatu isu telah bergeser dari pertemuan secara langsung tatap muka beralih ke pertemuan menggunakan perantara media.

Gerakan sosial dalam digital activity, flatform digital berperan dalam aktivitas gerakan sosial, hal tersebut mempermudah lembaga sosial atau komunitas sosial dalam melaksanakan gerakan sosial. Misalnya tidak harus turun kelapangan dalam menggalang donasi atau berdonasi.

Galang donasi untuk bencana alam dan kemanusiaan dengan menyertakan link dalam mempermudah berdonasi dan link bisa di share untuk memasifkan gerakan sosial tersebut. Kemudian melalui aplikasi atau web masyarakat bisa memilih program-program gerakan sosial yang ditawarkan, disertakan juga barcode dan tertera nomor rekening, ada banyak alternatif yang ditawarkan dalam berdonasi.

Dapat kita ambil kesimpulan bahwa terjadinya perkembangan teknologi mengubah cara atau strategi gerakan sosial pada mahasiswa, masyarakat dan lembaga/komunitas pegiat sosial. Adanya media baru ini menambah sebuah ruang baru ke dalam tempat manusia berinteraksi dan berkomunikasi secara luas. Artinya, gerakan sosial sendiri telah mengalami transformasi dari massa ke massa yang bertransisi dari ranah fisik ke ranah digital. Jadi, sebagai masyarakat yang cerdas dan bijak kita seharusnya memanfaatkan teknologi digital kearah yang positif dan bermanfaat.

Penulis : Wedo Setiawan, S.I.Kom

(Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Bengkulu)

Baca Juga
Tinggalkan komen