Logo

Kisah Cinta Soekarno dan Fatmawati dalam Hut Emas Provinsi Bengkulu ke 50

Kisah Cinta Suekarno dan Fatmawati dalam Hut Emas Provinsi Bengkulu ke 50

Kisah Cinta Suekarno dan Fatmawati dalam Hut Emas Provinsi Bengkulu ke 50

JAKARTA – Hari Ulang Tahun (HUT) Emas Provinsi Bengkulu ke 50 yang bertajuk “Semalam di Bumi Rafflesia,” di Gedung Balai Samudera Jakarta, Jumat, (23/11), kembali menghadirkan memorabilia kisah roklamator RI, Ir. Soekarno bersama seorang gadis Bengkulu, Fatmawati.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah

Acara yang dikemas dalam drama kolosal ini, menampilkan Putri Gading Cempaka yang dilamar Bagindo Maharajo Sakti dari Kerajaan Pagaruyung serta Sejarah lahirnya Bendera Pusaka Merah Putih yang dijahit perempuan asal Bengkulu, Fatmawati bin Hasan Din, seorang aktifis Muhammadiyah Bumi Rafflesia.

Puti Guntur Soekarno

“Dari rahim Bengkulu, maka lahirlah seorang perempuan yang begitu sederhana, begitu lugu tetapi memiliki pemikiran yang progresif, pemikiran yang lebih maju pada masanya,” ujar Puti Guntur Soekarno saat sambutan mewakili keluarga Bung Karno dan Ibu Fatmawati.

Rohidin Mersyah

Menurut Puti, Bengkulu bukan hanya tentang bung Karno, Bengkulu bukan hanya tentang ibu Fatmawati, banyak sekali noktah-noktah sejarah yang ada di Bengkulu. Bengkulu bagian penting lahirnya NKRI. Puti berharap, Bengkulu menjadi garda terdepan dalam persatuan Republik Indonesia. Dari tangan Fatmawati, lanjut Puti, terjalin nilai kesatuan dan persatuan lewat jahitan Bendera Sang Saka Merah Putih.

Kisah Cinta Soekarno dan Fatmawati dalam Hut Emas Provinsi Bengkulu ke 50

“Ketika ibu Fatmawati menjahit Bendera Sang Saka Merah Putih yang saat itu mengandung ayah saya, yaitu Guntur Soekarno, tidak ada sama sekali di benaknya terfikir kapan Indonesia akan merdeka, tapi karena garis tangan Tuhan yang maha kuasa, bendera ini kemudian menjadi sombol perlawanan dan pembebasan Indonesia dari penjajahan,” lanjut Puti.

Kisah Cinta Soekarno dan Fatmawati dalam Hut Emas Provinsi Bengkulu ke 50

Dalam moment ini, tambah Puti, saya berharap semangat inilah yang selalu kita bawa, semangat inilah yang bisa membuat Bengkulu menjadi salah satu provinsi yang dapat membawa keharuman bagi bangsa Indonesia.

Kisah Cinta Soekarno dan Fatmawati dalam Hut Emas Provinsi Bengkulu ke 50

“Saya mewakili keluarga besar Soekarno dan ibu Fatmawati, mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Bengkulu yang menjadi bagian dari kami,” ucap Puti disambut tepuk tangan para undangan yang memadati Gudung Balai Samudera.

“Jika di masa bung Karno ada sepuluh menteri lahir dari bumi Bengkulu, maka saya harap ke depan banyak tokoh-tokoh nasional yang lahir dari rahim tanah Bengkulu,” tegas cucu sang proklamator RI ini.

Kisah Cinta Soekarno dan Fatmawati dalam Hut Emas Provinsi Bengkulu ke 50

Dalam kesempatan yang sama, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, mengaku haru dan bangga melihat semangat warga Bengkulu di Jakarta, menyambut Hari Ulang Tahun Emas Bumi Rafflesia ke-50.

“Peringatan ulang tahun Bengkulu tidak hanya dilaksanakan di bumi Rafflesia, tapi juga oleh masyarakat Bengkulu di Jakarta dan sekitarnya. Terlebih ini sangat berarti karena dihadiri keluarga ibu Fatmawati dan keluarga pak Taufik Kiemas,” ujar Rohidin saat sambutan.

Kisah Cinta Soekarno dan Fatmawati dalam Hut Emas Provinsi Bengkulu ke 50

Di usia 50 tahun Bengkulu, lanjut Rohidin, pembangunan menjadi tanggung jawab bersama. Lebih sakral terasa bahwa ibu Fatmawati lahir dari Bengkulu untuk Indonesia.

“Mari kita membangun semangat bersama pemerintah, bahwa Bengkulu betul-betul memiliki kontribusi besar di awal membangun Republik Indonesia ini,” tambah Rohidin.

Dalam kesempatan ini, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah juga memaparkan rencana pembangunan strategis dalam mengangkat pembangunan ekonomi nasional.

Kisah Cinta Soekarno dan Fatmawati dalam Hut Emas Provinsi Bengkulu ke 50

Rohidin mengaskan, Bengkulu yang berada di bagian barat Sumatera, dan bisa jadi jalur alternatif kepadatan Selat Malaka, bahkan memiliki nilai tawar sebagai jalur logistik nasional.

Menurut Rohidin, dari Meulaboh berlanjut ke Sibolga dan transit di Bengkulu kemudian ke Lampung, merupakan jalur alternatif yang potensial pembangunan tol laut yang menjadi salah satu fokus pembanguann nasional saat. Adv