Jawaban Jubir Rohidin soal Calo Proyek yang Ngaku Keponakan Gubernur

Jawaban Jubir Rohidin soal Calo Proyek yang Ngaku Keponakan Gubernur

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. MC

BENGKULU – Juru bicara Sahabat Rohidin Mersyah, Zulkarnain Kaka Jodho menjawab soal pengakuan oknum yang mengaku keponakan gubernur saat ditangkap oleh kepolisian. Zulkarnain mengatakan, sejauh ini belum ada kabar valid terkait kebenaran pengakuan tersangka.

“Sejauh ini belum kabar valid kalau itu keponakan Gubernur Bengkulu. Kalau memang dia keluarga Gubernur sepatutnya menjaga nama baik Gubernur itu sendiri,” jawab Zulkarnain dalam keterangan tertulis yang diterima bengkulunews.co.id, Selasa (27/12/2022).

Ia mengungkap, sejauh ini banyak pihak yang mengaku keluarga dekat Gubernur Rohidin. Tujuannya hanya untuk sekedar silaturahmi maupun meminta pertolongan dengan kategori wajar.

Meski begitu, ada pula oknum kedinasan yang memanfaatkan nama gubernur untuk kepentingan pribadi. Seperti saat menerima teguran saat bertugas.

“Ada juga yang terpantau justru di birokrasi yang sering merasa keluarga dekat. Misalnya sekretaris, kabid, kasi atau staf kadang besar kepala bahkan ketika ditegur kadisnya dengan entengnya menjawab kami atau saya ini saudara gubernur,” ungkapnya.

Ia berharap prilaku memanfaatkan nama gubernur ini tidak lagi dilakukan. Ia juga meminta para pengusaha atau penyedia proyek tidak mudah percaya jika ada oknum yang mengatasnamakan gubernur.

“Cepat koordinasi apalagi yang sifatnya menakut nakuti. Kepada kontraktor ataupun pengusaha jangan mudah percaya siapapun dia. Kadang untuk mendapatkan proyek bukan cuma jual jual nama Gubernur, Walikota, Bupati, kadang jual nama pihak APH baik kepolisian juga dari kejaksaan,” sampainya.

Sebelumnya, polisi menangkap terduga penipu berkedok makelar proyek berinisial SS yang mengaku sebagai keponakan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Saat diperiksa polisi, SS mengaku telah menjanjikan proyek rehabilitasi gedung SMK di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, senilai Rp 1,5 miliar.

Kontraktor yang jadi korban kemudian diserahkan proposal proyek bertanda tangan Rohidin, tapi proyek itu tidak kunjung didapatkan.

Baca Juga
Tinggalkan komen