Imlek 2569, Jangan Ada Lagi Gejolak Kecemburuan Sosial

KOTA BENGKULU – Perayaan Imlek yang merupakan pergantian tahun menurut kalender Cina dari tahun 2568 masuk ke 2569, selalu menyimpan harapan dari setiap umat nya yang merupakan keturunan Tionghoa.

Hal tersebut,  disampaikan oleh ketua yayasan Sayka Muni,  Edi Susanto yang kerap di sapa Ko Asui.

Menurut Ko Asui,  umatnya selalu berdoa agar bangsa ini selalu hidup rukun antar sesama sehingga tidak ada gejolak-gejolak kecemburuan sosial antar agama.

“Kita selalu doakan semoga bangsa ini semakin Makmur dan sejahtera,  hidup lebih rukun, jangan sampai terjadi gejolak-gejolak kecemburuan sosial” ujar Ko Asui usai melaksanakan ibadah Kheng di Vihara Budhayana, Kampung Cina pada Jumat (16/2/2018).

Tidak hanya itu,  Ko Asui juga menceritakan makna ibadah Kheng pada perayaan Imlek,  yang mana perayaan Kheng adalah doa bacaan parita dengan menggunakan bahasa Mandarin.

“Kheng itu, adalah doa,  kita baca parita tapi dengan versi bahasa mandarin” jelas Ko Asui.

Perayaan Imlek di vihara Budhayana,  pagi ini di ikuti sekira 60 orang, dikarenakan tadi malam tepat di pergantian tahun,  sudah ada umat yang beribadah lebih dulu,  terlihat dari dupa yang sudah banyak di tancapkan tepat di depan Vihara.

Baca Juga
Tinggalkan komen