Harga Beras Kompak Naik, Daya Beli Menurun

BENGKULU – Meski stok beras di pasaran tergolong stabil, tapi harga beras merangkak naik. Semua harga jenis beras termasuk premium kompak naik pada kisaran seribu hingga Rp. 2 ribu perkilogram.

Kenaikan harga beras ini justru tidak menguntungkan bagi pedagang. Sebab, konsumen lebih memilih untuk mengurangi jumlah pembelian mereka sehingga omset pedagang juga ikut berkurang.

“Kalau kini kurang pembeli. Banyak yang beli Cuma dikuranginya. Jadi omzet nurun,” kata Doddy, pedagang beras di Pasar Panorama.

Dody menyebut, kenaikan harga beras sudah terjadi sejak bulan November kemarin. Kenaikan tersebut dipicu lantaran petani yang kesulitan mendapatkan pupuk, dan dampak dari kenaikan harga BBM.

Sementara salah satu petani di Kelurahan Sukamerindu malah meminta harga beras kembali turun. Karena kata dia saat ini tidak hanya harga beras saja yang mengalami kenaikan, sejumlah bahan pokok lainnya pun juga ikut naik. Sehingga hal itu memberatkan bagi masyarakat yang kurang mampu.

“Kalau bisa turun sajalah harganya. Kasian juga masyarakat yang tidak mampu yang bukan petani,” ujar Sri Puja Rahayu, petani.

Mereka meminta pemerintah segera mengambil sikap dan mengambil langkah untuk menekan harga bahan pokok yang tinggi saat ini di pasaran.

Baca Juga
Tinggalkan komen