Logo
Dempo Xler

Gelar Harsiarnas, Pemprov Tunggu Jadwal Presiden

Rapat finalisasi kepanitiaan pusat dan daerah dalam menyongsong kehadiran presdien RI dalam acara Rakornas KPI dan Harsianas ke -84 di pola Bappeda Bengkulu

Rapat finalisasi kepanitiaan pusat dan daerah dalam menyongsong kehadiran presdien RI dalam acara Rakornas KPI dan Harsianas ke -84 di pola Bappeda Bengkulu

Rapat finalisasi kepanitiaan pusat dan daerah dalam menyongsong kehadiran presdien RI dalam acara Rakornas KPI dan Harsianas ke -84 di pola Bappeda Bengkulu

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Penyelenggaraan Hari Siar Nasional (Harsiarnas) ke-84 yang akan digelar di Provinsi Bengkulu mulai 31 Maret 2017 hingga 2 April 2017 masih menunggu kepastian Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri kegiatan ini.

“Persiapan telah mencapai 95% oleh panitia, akan tetapi kita masih menunggu kepastian jadwal kedatangan pak Presiden,” kata Asisten III Pemerintah Provinsi Bengkulu, Edyarsyah, saat ditemui usai rapat finishing Harsiarnas di ruang pola Bappeda Provinsi Bengkulu, Rabu (15/3/2017) sore.

Sekarang ini, kata dia, panitia masih mengupayakan supaya presiden bisa datang untuk menghadiri Harsiarnas, hingga saat ini masih belum ada jawaban dari pihak istana.

“Panitia melalui pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat sedang mengupayakan bagaimana cara supaya Pak Presiden bisa datang. KPI terus melakukan komunikasi dengan istana terkait wacana ini. Kita sangat berharap Pak Presiden bisa hadir, karena ini akan menjadi ajang mempromosikan Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPI Pusat, Ubaidillah. M.Pd membenarkan bahwah pihaknya akan berupaya menghadirkan Presiden untuk bisa datang ke Bengkulu untuk menghadiri Harsiarnas.

“Kami terus mengupayakan supaya Pak Presiden bisa datang sesuai dengan permintaan Pemerintah Provinsi Bengkulu,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, ini akan dijadikan momentum supaya Harsiarnas dapat aktif dilaksanakan dan mendapatkan badan hukum yang jelas.

“Ini akan kita jadikan moment supaya Harsiarnas mendapat badan yang jelas berupa Keputusan Presiden (Keppres, red). Dengan adanya Kepres ini kita semakin kuat,” harapnya.

Dalam naskah deklarasi disebutkan bahwa pada tanggal 1 April 1933 telah didirikan lembaga penyiaran modern pertama milik bangsa Indonesia bernana Soloche Radio Vereeniging (SRV) di Solo.