Bengkulu #KitoNian

Empat Tokoh Ini Melaju ke Senayan, Aktivis Berharap Membawa Suara Perempuan

Kiri-Kanan (Eko Kurnia Ningsih-Derta Rohidin-Dewi Coryati-Erna Sari Dewi)

Ketua Jaringan Peduli Perempuan Bengkulu, Fonika Thoyib menyampaikan apresiasi atas keberhasilan perempuan Bengkulu mendominasi perolehan suara untuk duduk di Senayan. Dikatakan Fonika menjadi tantangan apakah mereka yang terpilih mau berkomunikasi dengan masyarakat secara umum.

“Khusus persoalan perempuan dan anak, karena pengalaman lapangan selama ini mereka terpilih jarang kembali pada semua isu dan komunikasi yang mereka jalin hanya pada komunikasi terbatas. Kita berharap perempuan terpilih harus jadi tokoh buat masyarakat dan tokoh di nasional,” tegas Fonika.

Direktur Yayasan PUPA, Susi Handayani mengatakan, perempuan-perempuan yang terpilih saat ini masih banyak yang muncul bukan berdasar kapasitas pribadi mereka, namun lebih pada faktor status, kedudukan suami dan kekayaan yang mungkin dimiliki oleh suami.

“Dengan kondisi ini tentu dominasi dan kendali tetap di laki-laki atau suaminya. Tapi secara pemikiran, ide dan gagasan kita harus menunggu dulu pembuktiannya,” kata Susi.

Tidak jauh berbeda disampaikan Ketua PPHAM Bengkulu, Joti Mahulfa. Meskipun ada ketakutan jika mereka yang lolos ke senayan masih kendalikan oleh maskulinitas.

” Alhamdulillah keterwakilan perempuan di parleman sudah banyak, ke depan mudah-mudahan mereka yang terpilih bisa mewakilkan suara perempuan selama ini,” imbuhnya.

Serupa disampaikan aktivis senior di Bengkulu, Yuniarti. “Rumuskan agenda setelah duduk yang akan dibawa untuk diperjuangkan,” tegasnya.

Senada, akademisi UMB, Merri Sri Hartati mengatakan munculnya perempuan di parlemen tentu harus di apresiasi, meskipun di sisi lain ada campur tangan orang terdekat ( suami misalnya) tentu harapannya persoalan- persoalan terkait perempuan dengan segala problematikanya mendapat porsi perhatian yang lebih baik, sebagaimana soal kekerasan pada perempuan dan anak yang masih banyak sekali terjadi.

Mantan anggota DPD dari Bengkulu, Eni Khairani turut mengapresiasi hasil perhitungan sementara yang menunjukan dominasi perempuan Bengkulu di Senayan. Ia mengajak perempuan-perempuan di Bengkulu untuk saling menjadi support sistem bagi mereka yang terpilih.

“Alhamdulillah, mungkin saatnya perempuan yg memimpin. Biasanya sulit sekali bagi kita (perempuan) untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen dan di posisi-posisi strategis. Mari kita support kawan-kawan perempuan yang terpilih dan membangun komunikasi dengan mereka sehingga kehadiran mereka di parlemen sesuai ekspektasi kita bersama. Kita iringi perjuangan kawan-kawan di parlemen dengan doa “kebaikan”,” terangnya.

Baca Juga
Tinggalkan komen