Delman: Dulu Angkutan Umum Kini jadi Kendaraan Wisata di Bengkulu

Delman: Dulu Angkutan Umum Kini jadi Kendaraan Wisata di Bengkulu

Salah satu delman yang ada di Pantai Panjang Bengkulu. Foto, Cindy/BN

Delman merupakan kendaraan tradisonal yang menggunakan kuda sebagai pengganti mesin agar dapat bergerak.

Delman juga sering dipakai sebagai angkutan umum oleh masyarakat, setelah pulang dari pasar maupun ingin pergi ke suatu tempat tujuan.

Tarif delman bisa dibilang murah, kala itu per orang hanya dikenakan biaya seribu hingga Rp2 ribu saja.

Banyaknya kendaraan umum seperti mobil angkot hingga ojek online di zaman kini, membuat delman menjadi tersingkirkan keberadaannya sebagai angkutan umum.

Ketua Persatuan Delman Pantai Panjang sekaligus Kusir, Een mengaku telah menjalani profesinya ini sejak tahun 1995 silam.

Kala itu delman merupakan angkutan umum yang masih digemari, hampir seiringan dengan becak. Namun seiring perkembangan zaman, delman sudah kehilangan identitas sebagai angkutan umum dan beralih menjadi kendaraan wisata.

“Kalau dulu itu saya mangkal di Pasar Minggu, ramai sekali karena mobil itu masih dikit,” kata Een pada Bengkulunews.co.id Rabu (28/12/22) siang.

Setelah keberadaan delman mulai tidak diperhatikan, ia memutuskan untuk beralih ke tempat wisata Pantai Panjang beserta para delman lainnya pada tahun 2000 an.

Siapa sangka kepindahannya ke tempat wisata justru dapat membuat ia bernafas lega, karena bisa kembali mendapatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Para wisatawan baik dari dalam maupun luar kota, menggunakan kendaraan tersebut untuk berkeliling di sepanjang pesisir pantai panjang.

Tarifnya pun melejit, pengunjung dikenakan biaya Rp10 ribu per orang satu kali putaran jika ingin naik delman tersebut.

Selain itu mereka juga membangun komunitas Persatuan Delman Pantai Panjang, untuk mengumpulkan para delman di Bengkulu. Komunitas ini juga mengisi berbagai kegiatan, dari belarak pengantin hingga pawai dari pemerintah.

“Kita sering ikut ya acara seperti belarak pengantin atau pawai dari pemerintah, kalau misal pak gubernur atau walikota ada kegiatan biasa kami diundang,” jelasnya.

Adanya transformasi delman dari angkutan umum ke jadi kendaraan wisata, sangat berpengaruh oleh kusir terlebih pendapatan mereka menjadi bertambah.

Een mengaku bisa menghasilakn Rp50 hingga Rp100 ribu dihari biasa dan Rp200 sampai Rp300 ribu dihari libur.

Een berharap dengan beralihnya delman ke tempat wisata, dapat semakin membuat mereka dikenal oleh wisatawan maupun masyarakat Bengkulu.

“Kita juga berharapnya komunitas ini bisa tetap solidlah untuk seterusnya dan pantai panjang ramai terus,” demikian Een.

Penulis : Cindy

Baca Juga
Tinggalkan komen