Logo

Bus Trans Rafflesia Tidak Dirawat Karena Dishub Tak Punya Duit

Halte bus Trans Rafflesia yang terbengkalai

Halte bus Trans Rafflesia yang terbengkalai

BENGKULU – Kasi Angkutan Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Eti Yuniarti mengaku jika perawatan operasional bus Trans Rafflesia beserta halte membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Berdasarkan perhitungan dishub, biaya perawatan bus, helte dan operasional kendaraan umum miliki pemprov Bengkulu tersebut membutuhkan dana sebanyak Rp 700 juta per bulan. Saat ini, halte bus yang rusak akan segera dibongkar.

“Kita sudah mendata yang mana yang rusak, yang sangat tidak bisa diperbaiki lagi itu kita bongkar kita bawa ke kantor sudah berjalan dua minggu ini,” jelas Eti pada Bengkulunews.co.id siang ini (10/02/2022).

Eti mengatakan, saat ini ada 32 halte bus yang disebar di dalam kota. Dari jumlah tersebut, sebagian terlihat telah dalam kondisi rusak berat. Perbaikan rencananya akan dilakukan secara bertahap.

“Karna memang dana untuk itu tidak ada cuman kita memanfaatkan pemeliharaan atas halte tersebut, karna selama ini tidak ada dana yang tersedia untuk itu,” ungkap Eti.

Eti mengaku setiap tahun dishub telah mengajukan dana perbaikan senilai Rp. 2,7 miliar. Dana ini sudah termasuk dalam pemeliharaan dan operasional bus.

“Kita selalu setiap tahun mengajukan anggaran jadi gabung dengan perbaikan halte dan operasionasal BRT, dibutuhkan dana Rp2,7 miliar karna untuk biaya perawatan Bus BRT juga gaji supir dan lain-lain itu membutuhkan dana sebesar 700 juta perbulan untuk satu unit Bus,” demikian Eti.