Bulog Bantu Pembangunan Mesjid di Bengkulu

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Kementerian BUMN menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang diikuti oleh seluruh Direktur Utama BUMN, sekaligus melaksanakan peringatan HUT Bersama BUMN yang dilakukan secara periodik. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan sinergi antar BUMN dalam berinteraksi dan komunikasi antara jajaran Direktur Utama BUMN guna mempertajam leadership, memperkuat jiwa kolaborasi dan memperkaya wawasan ini, dilaksanakan di Kota Bengkulu pada tanggal 22 dan 23 November 2017.

Selain itu, pelaksanaan rakor BUMN ini juga bertujuan untuk sinkronisasi peran BUMN-BUMN sebagai agen pembangunan untuk meningkatkan kontribusi BUMN pada pembangunan dan pemerataan kesejahteraan.

Sebagai wujud kontribusi BUMN pada pembangunan dan pemerataan kesejahteraan, pada kegiatan Rakor ini juga dilaksanakan kegiatan sosial dalam rangka program Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan daerah sekitar, dalam hal ini Kota Bengkulu.

Beberapa program CSR yang dilakukan antara lain perbaikan jembatan, jalan, sekolah, tempat ibadah dan beberapa daerah wisata unggulan Bengkulu seperti pembuatan pagar di sekeliling rumah pengasingan Bung Karno Presiden RI yang pertama, perbaikan fasilitas umum di daerah Pantai Panjang, dan lain-lain.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu BUMN yang hadir adalah Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG). Perum BULOG sendiri sebagai BUMN yang memiliki program CSR juga turut serta dalam rangka mengembangkan daerah Bengkulu. Yaitu dengan memberikan bantuan berupa uang tunai untuk pembangunan dua unit masjid di kota Bengkulu, yakni Masjid As-Salam dan Masjid Pesantren Al-Karim dengan nilai total sebesar Rp 200 juta.

Direktur Utama Perum BULOG, Djarot Kusumayakti mengatakan, Perum BULOG berkewajiban agar keberadaannya memberikan manfaat bagi kehidupan sosial dan lingkungan di sekitarnya.

“Dalam upaya menghadirkan BUMN di tengah masyarakat, BULOG mencoba berbagai pendekatan untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar, pada moment ini BULOG melalui Progam Bina Lingkungan, ingin membantu masyarakat sekitar Kota Bengkulu dengan membantu membangun Masjid,” ujar Djarot setelah menyerahkan bantuan pembangunan masjid secara simbolik (23/11/2017).

Selain itu, Djarot menambahkan, bahwa penyaluran dana bantuan ini kepada masjid dan pesantren juga bertujuan untuk menunjang terwujudnya budaya lingkungan yang baik di kota Bengkulu. Menurutnya, masjid dan pesantren tak hanya bertujuan sebagai rumah ibadah, tapi juga sebagai tempat untuk mencetak generasi-generasi penerus yang akan menjadi penanggung jawab negeri ini.

“Harapannya, dana bantuan CSR yang kita berikan kepada masjid dan pesantren itu juga bisa memicu teman-teman yang lainnya untuk bisa hadir juga disana, membantu dan berkontribusi terhadap pembangunan masjid dan pesantren,” ungkap Djarot.

Pada tahun 2017, anggaran kegiatan Program Bina Lingkungan Perum BULOG dialokasikan sebesar Rp 20 Milyar. Dari plafon anggaran tersebut realisasi penggunaannya sampai dengan saat ini telah mencapai Rp 15.065.753.338,- atau mencapai 75,33%.

Realisasi penyaluran anggaran Program Bina Lingkungan tersebut terdiri dari beberapa kegiatan, antara lain bantuan di bidang sarana dan prasarana umum, pendidikan dan latihan, peningkatan kesehatan, sarana ibadah, pelestarian alam, pengentasan kemiskinan, dan pelaksanaan Bina Lingkungan dalam rangka BUMN Hadir Untuk Negeri yang dilaksanakan sekaligus sebagai perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam hal ini seperti Bedah Rumah Veteran, Siswa Mengenal Nusantara, Jalan Sehat dan Upacara Bendera, yang pada tahun 2017 ini dilaksanakan di Tarakan Kalimantan Utara.

Periksa Gudang Bulog

Usai menghadiri seremonial pembagian bantuan CSR di Kampung Bahari, Direktur Utama Perum Bulog beserta rombongannya langsung melakukan kunjungan ke gudang Bulog Divre Bengkulu. Djarot didampingi oleh Kepala Divisi Regional Bulog Bengkulu, Dedy Sabetra, langsung memeriksa kondisi gudang, ketersediaan barang di gudang, dan juga kondisi barang yang ada.

Dalam kesempatan tersebut, Djarot sempat mengkritisi kondisi gula yang sudah turun mutu di gudang bulog bengkulu. Dari total 900 ton gula yang ada, 97 ton diantaranya sudah turun mutu. Djarot menegaskan bahwa gula yang sudah turun mutu tersebut harus segera diolah kembali di pabrik gula agar tetap bisa disalurkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Memang gula ini kan ada usianya, maka pada posisi tertentu akan turun mutunya. Karena gula ini menyerap butir air, maka lama-kelamaan akan menjadi basah. Tentu ini harus diproses ulang, untuk kemudian dikeringkan kembali. Secara nasional, kurang lebih 50.000 ton gula turun mutu, dari total ketersediaan gula sebanyak 400.000 ton. Bukan berarti rusak, hanya saja turun mutunya, ini masih bisa diproses ulang,” terang Djarot saat memeriksa kondisi gula yang sudah turun mutunya di gudang bulog Bengkulu.

Djarot juga menyinggung soal kesiapan Perum Bulog dalam menghadapi lonjakan permintaan barang jelang perayaan natal dan tahun baru. Menurutnya, jika dilihat dari ketersediaan barang di gudang Bulog secara nasional saat ini, pihaknya sudah siap untuk menghadapi hal tersebut.

“Setiap hari besar keagamaan dan tahun baru, ada kenaikan kebutuhan bahan pokok. Untuk itu, Bulog menyiapkan semuanya. Yang kami siapkan adalah bahan-bahan pokok utama. Salah satu yang disiapkan adalah beras. Saat ini beras masih ada sekitar 1,2 juta ton, artinya stok tersebut dalam jumlah yang cukup. Beras tersebut kami sebarkan di 550 komplek gudang. Harapannya bisa mengcover se-Indonesia,” ujar Djarot.

Selain beras, Bulog juga berusaha menyiapkan kebutuhan bahan pokok utama lainnya seperti gula, daging, minyak mentah, dan bawang. Djarot meyakini bahwa ketersediaan barang saat ini siap untuk menghadapi lonjakan permintaan barang jelang perayaan natal dan tahun baru tak hanya di Bengkulu, tapi juga di seluruh daerah di Indonesia.(Alwin/adv)

Baca Juga