Bukan PNS, Pria Ini Mengabdikan Diri untuk Pendidikan

Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS) Zikir Pikir, Sukamdani. Foto : Aka
Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS) Zikir Pikir, Sukamdani. Foto : Aka

LEBONG – Pemimpin tangguh, dua kata yang sangat cocok melekat untuk pria bernama Sukamdani, yang saat ini menjabat sebagai kepala sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS) Zikir Pikir, yang terletak di desa Tik Tleu, kecamatan Plau Bai, Kabupaten Lebong.

Betapa tidak, pria yang telah menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) jurusan pendidikan agama ini, memiliki jiwa pengabdian yang tinggi terhadap pendidikan agama Islam. Dirinya bersama tokoh masyarakat dan pemuda desa itu, berhasil membangun sekolah Islam yang dinamakan MTS Zikir Pikir di desa Plau Bai.

Hal itu mereka lakukan, lantaran melihat kondisi di desa tersebut, tercatat banyaknya anak yang putus sekolah, serta pergaulan remaja yang sangat memprihatinkan, sehingga jauh dari ajaran ilmu agama Islam.

Untuk mendirikan bangunan sekolah itu, Sukamdani bersama tokoh masyarakat dibantu oleh Kementerian Agama (Kemenag) pada tahun 2012, dengan memberikan izin operasional. Ditambah lagi, berkat usaha dan kerja kerasnya, niat baik itu mendapat dukungan dari salah satu tokoh masyarakat, Samidin (80) dengan menghibahkan tanahnya seluas kurang lebih satu Hektar.

Hal itulah yang membuat Sukamdani, menjadi semakin semangat, untuk melihat sekolah tetap ada dan berkualitas. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan keilmuannya, Sukamdani berkelana menuju kampung Inggris di Kediri untuk memenuhi syarat melanjutkan pendidikan strata dua (S2)

Tak ingin buang waktu, setelah satu bulan, Sukamdani kembali lagi untuk mengajar disekolah itu, sekaligus melanjutkan sekolah Pasca Sarjana (S2) di Institut Agama Islam Negri (IAIN) Bengkulu.

”Sambil mengajar, saya melanjutkan S2. Saya pulang pergi, tidak bisa bermalam di Bengkulu. Dari Lebong, dua minggu satu kali saya mengambil mata kuliah,” ucap sukamdani, mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah tersebut, (18/01).

Pasca sarjana yang ia selesaikan ditahun 2014, tak ada sedikitpun niatnya meninggalkan sekolah ditanah kelahirannya, meski banyak tawaran kerja. Ditahun 2015, Sukamdani diberikan amanah untuk menjadi kepala sekolah MTS Zikir Pikir tersebut hingga saat berita ini diterbitkan.

”Karna kepala sekolah ini lulus tes CPNS, kepala sekolah dilimpahkan kepada saya,” sampainya.

Hingga kini, selaku kepala sekolah, Sukamdani telah membuka pintu selebar-lebarnya kepada pemerintah, yang masih perduli terhadap pentingnya dunia pendidikan, khususnya pendidikan islam untuk membangun gedung sekolah dilahan kosong milik MTS Zikir Pikir.

”Sebenarnya kalau kita lihat setandar minimum tempat belajar, sekolah kita ini sudah tidak layak lagi berada disini,” tuturnya.

”Bagaimana mungkin satu ruangan itu berukuran kurang lebih 3m X 4m kemudian disekat lagi dengan kelas 1, kelas 2, kelas 3 Disekat-sekat dengan setengah triplek, kalau hujan ini bocor,” imbuhnya.

Kepada pemerintah, Sukamdani berharap untuk dapat dibantu pengadaan gedung baru.

”Agar peserta didik dapat belajar dengan nyaman,” demikian Sukamdani.

Baca Juga
Tinggalkan komen