Bank Bengkulu Optimis Masuk BUKU II

Rapat Umum Pemegang Saham Bank Bengkulu

BENGKULU – Bank Bengkulu menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di gedung Bank Bengkulu, jalan Basuki Rahmat Kelurahan Padang Jati, Kota Bengkulu, Rabu (14/3/2018).

Rapat ini membahas kesiapan Bank Bengkulu untuk masuk dalam Bank kategori BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) II. Rapat dihadiri oleh seluruh kepala daerah di Provinsi Bengkulu sebagai pemegang saham.

Direktur Utama Bank Bengkulu, Agusalim seusai rapat mengatakan optimis Bank Bengkulu dapat mencapai BUKU II. Target ini akan terlaksana jika modal inti yang dimiliki sebesar satu triliun.

“Saat ini modal inti Bank Bengkulu hanya 634 miliar, berarti masih kekurangan 300 miliar,” ucap Agusalim.

Untuk mencukupi kekurangan modal, lanjut Agusalim, rapat ini menyetujui usulan penjualan saham seri B atau saham tanpa hak suara pada internal pemerintah daerah. Saham ini akan dijual maksimum 20 persen dari jumlah modal inti. Selain itu, keputusan rapat juga menyetujui tambahan modal dari setiap pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu.

“Tadi para kepala daerah setuju untuk menyetor tambahan modal. Nanti setelah kita jual saham seri B, katakanlah laku 200 miliar, kekuranganya tetap harus disuport dari pemerintah kabupaten/kota,” katanya.

Atas putusan ini, Agusalim mengaku puas. Ia berharap tambahan modal inti dapat membuat Bank Bengkulu lebih berkembang.

“Karena berkembangnya bank itu tergantung jumlah modal yang dimiliki. Bisa melakukan ekspansi kalau modalnya cukup,” ungkap Agusalim.

Ditempat yang sama, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengaku, keputusan rapat yang menyebutkan rencana penjualan saham dan tambahan modal daerah, merupakan solusi yang dapat mendukung pengembangan Bank Bengkulu.

“Kita ingin betul Bank Bengkulu ini dapat masuk BUKU II, artinya dengan modal diatas satu triliun. Maka solusinya kita minta dukungan pemegang saham untuk meningkatkan penyertaan modal di kabupaten/kota,” sampai Rohidin.

Disamping itu, Rohidin mengaku bangga dengan kinerja Bank Bengkulu saat ini. Kebanggan ini disampaikan Rohidin setelah mengetahui adanya peningkatan pada sisi nilai aset dan penyaluran kredit produktif yang sebelumnya sangat kecil.

“Kalau kita melihat progres kinerja Bank Bengkulu, sangat membanggakan. Ada beberapa indikator kinerja itu menunjukkan angka yang meningkat, baik dari sisi nilai aset. Yang juga membanggakan yakni penyaluran kredit produktif yang sekarang naik menjadi sebelas persen,” demikian Rohidin. (Adv)

Baca Juga
Tinggalkan komen