Tak Terima 4 Warganya Diamankan Polisi, Ratusan Warga Bengkulu Utara Blokir Jalinbar Sumatera

BENGKULU – Ratusan warga di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Rabu sore memblokir Jalan Lintas Barat (Jalibar) Sumatera yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Barat dan Jambi, tepatnya di Desa Serangai, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara.

Pemblokiran yang berlangsung selama 5 jam tersebut dilakukan lantaran warga tak terima empat orang warganya diamankan polisi lantaran keempat warga tersebut telah melakukan pungutan liar di Jalibar Sumatera.

Pembelokiran dilakukan warga dengan menggunakan kayu, batang pohon dan sepeda motor yang diletakkan di atas jembatan desa setempat.

Kapolsek Batik Nau, Iptu Hardiansyah saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemblokiran Jalinbar Sumatera yang dilakukan oleh ratusan warga Desa Serangai.

Akibat pemblokiran tersebut, membuat arus lalu lintas di Jalibar Sumatera menjadi tersendat hingga mencapai 1 kilometer dan polisi terpaksa harus mengalihkan arus lalu lintas ke jalan alternatif.

“Memang benar adanya pembelokiran jalan di jembatan Serangai yang dilakukan warga setempat pasca kami mengamankan empat orang oknum warga Serangai yang melakukan pungli di jalan lintas Barat Bengkulu-Padang,” kata Iptu Hardiansyah.

Usai melakukan mediasi dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi kembali melakukan pungutan liar di Jalibar Sumatera, keempat warga Desa Serangai yang sempat diamankan di kantor Polsek Batik Nau langsung dibebaskan dan dikembalikan ke pihak keluarga.

Untuk memastikan tidak adanya kembali terulang pemblokiran Jalinbar Sumatera oleh ratusan warga desa, Petugas dari Polsek Batik Nau akan melakukan patroli secara rutin dan melakukan sosialisasi kepada warga desa setempat.

Baca Juga
Tinggalkan komen