Suara Mahasiswa UMB Bersatu (SMUB) tuntut Rektor UMB Turun

Aksi suara Mahasiswa Tuntut Rektor UMB. Foto : Mahmud/Arwin
Aksi suara Mahasiswa Tuntut Rektor UMB. Foto : Mahmud/Arwin
KOTA BENGKULU- Belasan Mahasiswa yang tergabung dalam Suara Mahasiswa UMB Bersatu (SMUB) menggelar aksi demo didepan Ruangan Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu mendesak agar rektor UMB turun karena dianggap belum mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa,Selasa (9/1/2018).
Dalam tuntutannya massa mempertanyakan transparansi anggaran dan serta penertiban ormawa kampus yang bermasalah.
Disampaikan Kordinator Aksi Kholid Sander mengatakan, tidak adanya transparansi dana untuk Ormawa oleh petinggi kampus terhadap mahasiswa serta adanya indikasi meninterpensi dari Wakil Rektor III terbentuknya Dewan Perwakilan Mahasiswa UMB.
“Kami kecewa dengan pihak kampus,selama ini tidak adanya transparansi dana kampus kepada kami,lebih parahnya lagi pembentukan DPM kampus ada ikut campur dari Wakil Rektor III,” ungkapnya
Selain itu, sambung Kholid mereka mempertanyakan tidak adanya kejelasan mengenai Uang Sedekah jariyah dan uang pengembangan yang setiap semesternya harus kami bayar.
“Uang sedekah jariyah dan uang pengembangan ini kami bayar trus setiap semester,tapi uang itu kami tidak tau untuk apa,kemana larinya uang itu,tidak adanya kejelasan dari pihak kampus,” pungkasnya
Kemudian, katanya, kami juga mendesak agar diperbaikinya Fasilitas Kampus yang sudah banyak rusak seperti lapangan futsal,kursi tunggu mahasiswa,WiFi dan AC.
“Kami sudah bayar,tapi kok fasilitas kami tidak terpenuhi,seperti WC saja tidak terurus,” keluhnya
Menanggapi tuntutan tersebut,Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu Ahmad Dhasan membantah tuduhan mahasiswa tentang tidak adanya transparansi anggaran.
”Kami ini setiap tahun adanya pemeriksaan keuangan,jadi tidak adanya yang namanya tidak transparan, jadi berapa sih uang sedekah jariyah dan uang pengembangan yang dikumpulkan mahasiswa,tidak seberapanya kalau dibandingkan dengan pembangunan, kecil kalau mau korupsi di UMB ini,” tegasnya
Kemudian untuk Ormawa, sambung Ahmad, dikampus ini ada Ormawa internal dan eksternal jadi bagi Ormawa yang belum jelas legalitas nya tidak bisa masuk ke sini.
”DiUMB ini kan ada Ormawa yang jelas dan tidak jelas,jadi kedepannya kita lihat dulu perizinan Ormawa selain Muhammadiyah,kalau nggak ada izin nggk bisa masuk kesini,” tutupnya
Baca Juga
Tinggalkan komen