Ratusan Honorer Rumah Sakit Dirumahkan

Foto Ilustrasi

SELUMA – 231 honorer yang didominasi perawat, bidan dan tenaga kebersihan di lingkungan rumah sakit umum daerah (RSUD), Tais Kabupaten Seluma, dirumahkan per-31 Desember 2017.

Sesuai dengan SK Direktur RSUD Tais Nomor 81 tahun 2017, tertanggal 28 Desember 2017 tentang pemberhentian tenaga kontrak.

”Mereka banyak titipan dan memang anggaran untuk gaji-nya pada 2018 dikurangi, imbasnya harus ada pemangkasan,” kata Dirut RSUD Tais, Wiwit Wulandari, Jumat (5/1/2017).

Selain itu, karyawan yang bekerja di rumah sakit harus memiliki kompetensi tertentu. Seperti, perawat atau bidan harus bersertifikat yang dikeluarkan Kemenkes RI.

Sementara para honorer itu belum memiliki sertifikat. Padahal pelayanan kesehatan tidak bisa dianggap main-main dan beresiko pada pasien.

”Pemutusan kontrak honorer sendiri hasil koordinasi dengan Sekda dan Inspektort. Ini merupakan rekomendasi dari BPK RI, bahwa idealnya dibutuhkan honorer hanya 165 orang saja,” tutur Wiwit.

Pada dasarnya pihak manajemen RSUD masih membutuhkan tenaga honorer. Lantaran, di 2018 RSUD Tais akan menambah layanan kesehatan. Secara otomatis diperlukan karyawan lebih banyak.

”Selanjutnya manajemen rumah sakit akan menata kembali. Termasuk gaji mereka. Selama ini untuk perawat dan petugas kebersihan gajinya sama Rp840 ribu per bulan. Tentu tidak boleh terjadi lagi karena beban kerja juga berbeda,” tutup Wiwit.

Baca Juga
Tinggalkan komen