Potensi Zakat di Daerah Ini Belum Maksimal

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Seluma, M. Nasir. Foto Dedi
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Seluma, M. Nasir. Foto Dedi

SELUMA, bengkulunews.co.id – Zakat penghasilan di Kabupaten Seluma belum dikelola dengan maksimal, padahal potensinya tergolong cukup baik.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Seluma, M. Nasir mengatakan, saat ini baru mengelola infak dan shodaqoh.

”akan mencoba berkoordinasi dengan bupati, guna meminta legalitas zakat yang berasal dari ASN,” tutur Nasir, Rabu (6/12/2016).

Diharapkan nantinya keiklasan para ASN untuk menyisikan pendapatannya membayar zakat langsung dipotong bendahara dinas tiap bulan.

Sebagai contoh para pegawai yang penghasilan sebesar Rp3,5 juta lebih sudah dapat dikenakan zakat sebesar 2,5 persen atau sekira Rp80 ribu, sementara penghasilan Rp5 juta sebesar Rp100 ribu.

Baznas Seluma sendiri pernah dua kali membicarakan rencana tersebut pada unsur pimpinan dewan, tetapi belum ada respon yang diberikan.

”Padahal pendapatan para anggota dewan tersebut juga akan kembali disalurkan pada masyarakat, yang notabene adalah pemilihnya dulu,” tutur Nasir.

Infaq dan sedekah dari para dermawan yang dikelola Baznas Seluma, nilainya setiap bulan bervariasi dengan kisaran Rp35 juta hingga Rp40 juta.

Dengan penyalurannya dilakukan per tiga bulan sekali. Pada tahun ini merencanakan akan melakukan bedah rumah pada tujuh titik tetapi baru terlealiasasi lima titik diantaranya rumah warga di Seluma Kota, Talang Beringin, Pantai Keriting dan Tebat Sibun dengan anggaran yang disalurkan untuk satu titik masing-masing sekitar Rp15 juta.

”Baznas juga memberikan bantuan untuk keluarga dalam rangka meningkatkan taraf hidup perekonomianya seperti pemberian gerobak untuk usaha, alat-alat pertanian dan alat tangkap nelayan,” tutup Nasir.

Baca Juga
Tinggalkan komen