Polisi Sebut Foto Korban Luka Pelaku Pencurian Sawit di Mukomuko Hoaks

Tangkapan layar akun instagram Akar Foundation

BENGKULU – Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno menegaskan video dan poto terduga pelaku pencurian kelapa sawit di Mukomuko yang mengalami luka, Hoaks.

Ia memastikan korban yang ada di dalam video tersebut bukan orang atau warga yang diamankan pihak Polres Mukomuko terkait dugaan pencurian kelapa sawit. Polisi juga menyebut tidak ada pelaku yang diamankan mengenali orang yang berada di dalam foto dan video tersebut.

“Kami pastikan, video dan poto yang beredar dengan menampakkan korban luka-luka itu tidak benar dan dipastikan Hoaks, dan kita juga pastikan para warga yang diamankan tidak ada yang mengenalinya,” kata Kabid Humas Polda Bengkulu dalam rilis yang diterima bengkulunews.co.id, Sabtu (14/05/2022).

Sudarno menyebut seluruh pelaku yang diamankan berjumlah 40 orang, saat ini dalam kondiai sehat dan tidak ada yang terluka.

“Jika masyarakat ingin dapat informasi sesuai data dan fakta yang valid silahkan tanyakan ke kami,” pungkas Kabid Humas Polda Bengkulu.

Sebelumnya beredar foto seseorang baju hijau mengalami luka pada pelipis kanan. Foto ini dibagikan oleh akun Facebook dan instagram Akar Foundation bersamaan dengan gambar sejumlah pria tanpa baju berada di balik jeruji. Gambar ini telah disukai oleh 4 ribu pengguna.

Dalam website resmi akar.or.id, organisasi ini menyebut foto ini merupakan dokumentasi dari aksi kekerasan aparat kepolisian saat penangkapan warga sengketa. Akar menulis, sejauh ini baru terkonfirmasi satu orang yang mengalami luka robek di bagian kepala akibat diserang oleh aparat.

Korban kriminalisasi tersebut bernama Hardoni, warga desa Talang Arah Kecamatan Malin Deman. Sementara, sekitar 34 orang anggota PPPBS ditelanjangi setengah badan, tangan mereka diikat menggunakan tali plastik dan HP mereka disita. 34 orang ini kemudian dibawa ke Polres Mukomuko Selatan pada sekitar pukul 16.00 wib.

Baca Juga
Tinggalkan komen