Logo

Persiapan Pengukuhan BMA Bengkulu Utara

bengkulunews.co.id  Badan Musyawarah Adat (BMA) Bengkulu Utara, Rabu (4/1) menggelar rapat adat jelang pengukuhan pengurus di Ruang Pola Pemkab Bengkulu Utara.

Pengurus BMA Bengkulu Utara yang rencananya akan dikukuhkan tersebut masing-masing, Ketua BMA H.A Samid, Ihwan Halidi (wakil ketua) dan Hendra Kusuma (Sekretaris).

Acara persiapan pengukuhan ini dihadiri berbagai suku yang ada di Bengkulu Utara, mulai dari suku Rejang, Pekal, Batak, Minang, Jawa, Serawai yang berasal dari Seluma Manna Kaur (SEMAKU), Mukomuko, Lembak, Himpunan Masyarakat Sumatra Utara (HIMSU), Ikatan Keluarga Minang (IKM), Ikatan Masyarakat Lampung (IKAMALA), Bali, Sunda, Sulawesi dan Tionghoa.

Salah satu Tokoh Masyarakat Bengkulu Utara, Tantawi Dali menyarankan, masalah penyambutan dan pembukaan suatu acara harus mengunakan tarian daerah dan baju adat daerah yang kita tinggal sekarang.

“Jangan sampai ada kecemburuan antara suku adat yang ada di Bengkulu Utara bilamana tidak ditampilkan tarian daerah mereka,” kata Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Bengkulu ini.

Disisi lain, Tokoh pekal juga  beri pendapat tentang adat Bengkulu Utara, Zhamhari As Jamal mengatakan, kabupaten ini sudah mencapai usia 45 tahun, untuk kedepan 2017 ini kita perlu renovasi masalah BMA ini.

“Hingga saat ini baju adat aja kita harus sewa bagaimana kita mencari solusi ini,” ungkap Jamal.

Sesuai keputusan, pengukuhan BMA akan dilakukan Rabu (12/1) dengan memakai baju adat masing-masing suku.(jnbeu)