Logo

Peringati Hari Bumi, OKP Gelar Aksi Tanam Pohon di Pesisir Pantai

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Dalam rangka memperingati hari Bumi sedunia, Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan (OKP HMI, Mapetala dan Walhi; red) menggelar aksi menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap alam. Sabtu (22/4/2017).

Dalam aksi ini mereka menanam sebanyan 500 bibit pohon di Pesisir Pantai Zakat Kota Bengkulu. Bibit yang ditanam diantaranya 350 bibit Cemara Laut dan 150 bibit Ketaping.

Koordinator aksi, Restu Ernanda mengatakan, Gerakan menanam pohon ini dilakukan adalah bentuk kepedulian OKP terhadap lingkungan di sekitar pesisir Pantai Bengkulu.

“Alam di pesisir Pantai telah rusak akibat ulah sekelompok oknum yang merusak alam untuk kepentingan golongan saja. Aksi ini kami lakukan sebagai kelompok sadar akan lingkungan,” ungkapnya.

Dalam memperingati hari Bumi ini, mereka juga ingin menunjukkan bahwa kepedulian kepada lingkungan sangat diperlukan.

Selain itu, lanjutnya, untuk menjaga dan peduli diperlukan juga cara berpikir sejak kecil akan kepedulian dengan lingkungan. Pohon berperan besar dengan kehidupan.

Diharapkan dengan gerakan tanam pohon bisa mengurangi dampak kerusakan hutan. Kegiatan ini pun tidak hanya sekali. Suda masuk program kerja HMI yang akan dilakukan terus menerus.

“Momentum ini kami sengaja bersamaan dengan hari Bumi. Tujuannya agar kontribusi OKP terhadap lingkungan dapat menumbuhkan kepekaan terhadap wilayah sekitar dan kepekaan sosial sebagai generaai penerus bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Teluk Segara Kompol Juahari M.S mengatakan bahwa kegiatan seperti ini layak diapresiasi. Menurutnya, semangat OKP dalam melestarikan lingkungan bernilai tinggu.

“Jangan dipandang kecil atau sedikitnya tanaman yang ditanam, tapi spirit atau semangat OKP dalam melestarikan lingkungan,” kata perwira melati satu di pundaknya ini.

Selain itu, lanjutnya, melalui kegiatan menanam pohon ini maka pesisir pantai bisa tetap terjaga dari abrasi yang diakibatkan rapuhnya pantai karena tidak adanya penopang.

“Ini suatu gagasan yang bagus, saya harap aksi ini tidak berhenti sampai disini, dan akan menimbulkan kesadaran masyarakat akan lingkungan,” tandasnya.