Kolang Kaling dari Rejang Lebong Kini Sudah Sampai di Mancanegara

Penulis : Cindy

Kolang Kaling Rejang Lebong. BN

BENGKULU – Koling kaling merupakan camilan kenyal berbentuk lonjong dan berwarna putih transparan kadang juga memiliki beberapa warna, rasanya yang segar menjadi ciri khas tersendiri dari bahan buah aren.

Salah satu tempat penampungan sekaligus rumah produksi kolang kaling terbaik di Provinsi Bengkulu yang terletak di Jl.A. Yani, Kelurahan Kesambe Baru, Kabupaten Rejang Lebong rupanya sudah samapi ke luar negeri.

Penampung sekaligus pemilik dapur produksi kolang kaling Bos Kecil, Ibnu mengatakan bahwa saat ini kolang kaling yang dibuat oleh sebanyak 50 dapur sudah sampai hingga negara Filipina.

“Untuk ekspor ke Filipina sudah berjalan sekitar enam tahun, kita bawa itu sampe tiga kontainer. Setiap kontainer isinya 20 ton kolang kaling,” kata Ibnu pada Bengkulunews.co.id Selasa (19/10/22) siang.

Biasanya kolang kaling yang dibawa ke Filipina untuk dijadikan buah kemasan, kosmetik maupun obat-obatan. Untuk proses pembuatan kolang kaling sendiri cukup memakan waktu, pertama-tama tim produksi harus memilih buah yang berkualitas. Ibnu sendiri membutuhkan 20 tandan buah aren untuk dijadikan olahan kolang kaling.

Buah yang dipilih tidak tua dan terlalu muda, setelah itu dilakukan perebusan buah untuk menghilangkan getah. Getah yang terdapat dibuah aren terkenal gatal, jadi harus menggunakan sarung tangan dalam memindahkannya.

Perebusan ini memakan waktu kurang lebih satu jam, selanjutnya buah yang sudah direbus akan dikupas menggunakan pisau untuk mengambil bijinya. Lalu biji buahyang sudah diambil akan diayak untuk menghilangkan kotoran yang menempel, barulah akan dilakukan perendaman kolang kaling menggunakan kapur sirih dan air bersih dalam proses fermentasi.

Jika kolang kaling ingin berwarna, Ibnu biasa menambahkan sirup marjan agar warna dan kualitas yang diberikan menjadi lebih bagus. Fermentasi ini dilakukan hingga 2 sampai 3 hari, kualitas yang diberikan dari rumah produksi binaannya tersebut tidak usah diragukan lagi.

Pasalnya walaupun dalam pengelolaan kolang kaling tersebut masih dilakukan secara manual dan dengan kondisi dapur yang sederhana, kualitas kolang kaling tetap terjaga hingga turis dari berbagai negara seperti Turki dan Vietnam membeli produk tersebut.

Dalam sehari rumah produksinya bisa menghasilakan 200 kilogram kolang kaling, dengan total keseluruhan bisa menampung dan memproduksi 70 sampai 80 ton kolang kaling perbulannya.

Dalam menjalankan usahanya tersebut juga tidak gampang, banyak suka duka yang dirasakannya. Terlebih lagi melihat kondisi dapur produksi beberapa petani binaan yang sudah tidak layak.

“Terutama dibagian kelompok pengerajin itu, tempat pengelolaannya sudah tidak layak. Banyak yang harus direhab dan dibantu, padahal kualitas yang mereka berikan bagus,” tuturnya.

Walaupun begitu Ia merasa senang bahwa anak didiknya dapat menjaga kualitas tersebut, Ibnu menuturkan dari pihak pemerintah sepat datang berkunjung untk memberikan binaan. Ia berharap kedepannya UMKM kolang kaling tersebut dapat semakin berkembang.

“Harapan kami ada bantuan dari segi rumah produksi dan alat-alat, karena masih manual. Untuk kolang kaling ini semakin berkembang lagi,” demikian Ibnu.

Baca Juga
Tinggalkan komen