Logo
Dempo Xler

Hearing Soal Portal Parkir PTM, Dispenda dan Pedagang Berdebat

Asisten II Pemkot, Walin Siin (tengah) saat hearing

Asisten II Pemkot, Walin Siin (tengah) saat hearing

Asisten II Pemkot, Walin Siin (tengah) saat hearing

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Adu argumen terlihat dalam hearing antara pedagang dan pemerintah kota yang di gelar di ruangan kantor Wali Kota Bengkulu, Senin (10/4/2017) pagi. Dinas pendapatan yang turut hadir dalam hearing dipaksa oleh para pedagang untuk memberikan penjelasan terkait PAD yang diterima pemerintah Kota semenjak Pasar Tradisional Modern (PTM) dibangun dan setelah portal Parkir Elektronik diberlakukan.

Menanggapi desakan pedagang, Emilda selaku Kepala Bidang pengelolaan pajak daerah Dinas Pendapatan Daerah Kota Bengkulu menjelaskan, pihaknya tidak berurusan dengan keberadaan parkir melainkan dari sektor peningkatan PAD. Namun, jika setelah dilakukan analisa pada potensi kontribusi PTM ditemukan adanya penyimpangan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, pihaknya akan memberikan sanksi.

“Portal bukan domain kami, konsentrasi kami khusus pada PAD. Jika tidak masuk dalam analisa kita maka akan kami berikan punishment,” katanya.

Perdebatan dimulai saat Emilda di minta memberikan penjelasan terkait PAD PTM, khususnya pengelolaan parkir yang sebelum diberlakukan portal hanya berada di angka 2.1 juta per bulan. Atas dasar hal ini, Dispenda dituding tidak melakukan tugasnya dengan baik.

“Rasionalisasi besaran tarif parkir hanya 2.1 juta, kemana Dispenda selama ini,” ujar Melyansori mewakili suara pedagang.

Perdebatan mereda setelah Asisten II Pemkot, Walin Siin menjanjikan akan mnindak lanjuti setiap tuntutan pedagang dan menyampaikannya pada Wali Kota.

Baca juga : Tuntut Bongkar Portal, Pedagang Minta PTM Diaudit