Logo

Gurihnya Kue Kacang Wijen OR, Tak Lekang oleh Pandemi

BENGKULU – Produk UMKM di Bengkulu sudah berkembang banyak, salah satunya adalah produk UMKM Kue Kacang Wijen OR. Rossa Fevy pemilik usaha UMKM kue kacang wijen OR ini, mengaku sudah membangun usaha miliknya dari tahun 2015. Kue kacang wijen ini, terinsiprasi dari kurangnya pasaran kue kering untuk dikonsumsi sehari-hari.

“Awalnya, kita memang untuk di daerah ini menyukai kue-kue kering, karena lebih tahan lama, makanya untuk kue basah udah banyak yang jual. Yang kue kering ini, untuk di pasaran kurang, kalau untuk dikonsumsi sehari-hari. Jadi kalau waktu-waktu tertentu, adanya saat lebaran, makanya kita terinsiprasi dari situ,” kata Rossa pada Bengkulunews.co.id siang ini, Kamis (14/04/22).

Untuk bahan kue kacang wijen tersebut, dirinya menghabiskan 75 kilogram terigu per harinya, bahan-bahan yang digunakan juga tidak sembarang, melainkan memiliki kualitas yang baik. Ia juga mengatakan bahan-bahan untuk membuat kue kacang wijen ini, tidak memakai bahan pengawet serta pemanis buatan. Sehingga dapat dikonsumsi oleh semua kalangan usia.

“Untuk bahan pembuatan standar, kayak telur, ada terigu berkualitas yang kita pakai, gulanya kita gak pakek gula kemasan. Gula pasir murni yang kita haluskan, jadi seandainya ada yang pesen, misal kurang suka sama manis. Kita bisa dikurangin manisnya, terus untuk polesan kita pakek telur, gak pakai pewarna, pakai mentega itu dia untuk polesan,” katanya.

Kue kacang wijen OR sendiri, memiliki ciri khas. Bukan karena bahan yang sepenuhnya wijen tapi hanya beberapa biji yang diletakkan diatas kue. Sehingga kue kacang wijen OR dikenal dengan ciri khasnya.

“Namanyakan kue kacang wijen, sebenarnya bukan bahanya dari wijen, tapi memang ada wijennya sedikit diatasnya. itu bahwa ciri khas kue kacang OR,” sambung Rossa.

Ia mengatakan awal terkenalnya kue kacang wijen OR ini, berawal dari dititipkannya kue kering ini ke toko-toko. Hingga kue tersebut merakyat ke luar kota hingga luar negeri, karena kualitas rasa dan tahan lama.

“Yang dipasarkan untuk saat ini kue kacang, sudah merakyat karena rasanya, jadi kita titip pertama-tama di toko-toko, di warung-warung. Terus udah banyak pemintanya, kita ke luar kota, terus sekarang kita udah setiap bulan ada untuk daerah-daerah. Kita bawa pengiriman, bisa sampai ke Kalimantan, luar negeri Singapure, ke Malaysia, sama rombongan umrohkan karena itukan kuenya tahan,” jelasnya.

Untuk harga kue kacang wijen, tergolong murah. Namun untuk harga dijual kembali berbeda, per bijinya kue kacang wijen ini dijual Rp800 perak, dan di warung dijual dengan harga seribu rupiah. Adapun untuk harga pasaran ada dua macam harga sesuai kemasan yaitu Rp10 ribu dan Rp20 ribu, dan untuk kemasan bal seharga Rp80 ribu rupiah dan bisa dijual kembali dengan harga 100 ribu rupiah.

Di masa pandemi seperti ini, untuk pendapatan Rossa mengaku belum ada peningkatan dibandingkan sebelum masa pandemi. Namun Ia bersyukur, masih dapat memproduksi kue kacang wijen di masa pandemi ini.

“Kalau semenjak pandemi, untuk peningkatan belum terlalu ya, masih standar. Beda sama dengan sebelum pandemi, tapi kita alhamdulilah masih bisa produksi, walau ada kendala masih bisa kita atasi,” ujar Rossa.

Rossa berharap nantinya usaha ini, bisa berkembang menjadi pabrik produksi. Agar dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran di Bengkulu. Serta terus mempertankan kualitas dan ciri khas kue kacang wijen OR tersebut.

“Saya berharap usah ini, bisa jadi sebagai lapangan pekerjaan, jadi anak-anak muda disini, juga yang tamat sma, ada juga yang kuliah. Bisa juga bekerja ya, bisa mengurangilah tenaga kerja yang tidak mendapat pekerjaan jadi bisa besar bisa berbentuk seperti pabrik, lalu ke aslian produknya kita jaga kualitas rasa, yang kita utamakan jadi kita tidak membohongi diri sendiri ya, pembuatanya gimana kualitas yang kita buat itu original,” demikian Rossa.