Logo

Baru Dibangun, Jalan Kuro Tidur Hancur

bengkulunews.co.id – Baru saja selesai dibangun jalan Desa Kuro Tidur, Kecamatan Argamakmur, Kabupaten Bengkulu Utara sudah rusak dan kondisinya retak. Warga menuding pembangunan jalan Lapisan Penetrasi (Lapen) ini asal jadi.

Buruknya kualitas pembangunan jalan ini membuat Kepala Dusun 4 Desa Kuro Tidur, Iwang menegaskan, bahwa dirinya dan warga setempat tidak akan menerima jalan desanya dikerjakan asal jadi.

Dijelaskan Iwang, pembangunan jalan sepanjang 227 meter yang dikerjakan kontraktor ini dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2016, dan menghabiskan anggaran senilai Rp260 juta.

“aspal yang mereka pakai hanya beberapa drum saja. Saya rasa tidak menghabiskan sepuluh drum, mana ketahanannya. Nggak mau lengket lah aspalnya. Ini bukti nyata baru 2 minggu pekerjaan selesai sudah pada retak dan hancur,” keluhnya.

Kalau dilihat dari papan proyek, tambah Iwang, nilai yang tertera tidak habis untuk pembangunan jalan tersebut.

“Hanya memikirkan keuntungan tidak memikirkan ketahanan. Kalau seperti yang mereka kerjakan sekarang, para kontraktor cepat kaya,” sindirnya.

Ketika dikonfirmasi, Pejabat Penanggung Jawab Teknis Kegiatan (PPTK) Buyung Komar mengaku, bahwa jalan tersebut belum diserah terimakan atau Provisional Hand Over (PHO) ke pihaknya.

Karena baru dua minggu selesai dikerjakan dan sudah hancur, jelas dia, terpaksa pihak rekanan atau kontraktor melakukan perbaikan jalan yang rusak tersebut. Saat serah terima nanti, kata dia, bukan hanya dari pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkulu Utara saja tetapi juga ada Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan Pembangunan Pusat Daerah (TP4D).

“Kalau jalan itu masih rusak, kan ada masa pemeliharaannya,” ujar Buyung.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Utara, Mohtadin, S.Ip, akan memanggil Dinas PU Bengkulu Utara. Kondisi jalan rusak setelah baru dibangun ini, ungkap dia, bukan hanya di Desa Kuro Tidur, melainkan terjadi di beberapa titik lainnya diantaranya di Muara Santan, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara.

“Masa volume pekerjaan hanya sepanjang 800 meter dengan dua item pekerjaan yaitu pengoralan dan rabat beton menelan angaran Rp1,1 milyar. Ini tidak masuk diakal karena kalau anggaran sebesar itu sudah masuk standar jalan hotmix. Jika itu benar jelas pekerjaan tersebut mark up,” pungkasnya.(jon)