Logo
Dempo Xler

Antisipasi Kecurangan, Ombudsman Bengkulu Pantau Pelaksanaan PPDB

Antisipasi Kecurangan, Ombudsman Bengkulu Pantau Pelaksanaan PPDB

BENGKULU – Ombudsman menyebut saat ini masih tetap rutin melakukan pengawasan dan akan melakukan peninjauan lapangan ke sekolah-sekolah, dari SD, SMP, SMA, Madrasah dan lainnya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB),

“Terkait PPBD, Ombudsman rutin melakukan pengawasan serta tinjauan lapangan, ke sekolah-sekolah, baik sekolah SD, SMP, SMA serta Madrasah dan laiinya,’’  ujar Andhika

Ia juga mengatakan bahwa selain Dinas Pendidikan, pihaknya juga sudah berkoordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi, Kanwil, serta ke Kementerian Agama di Tingkat Kabupaten/Kota untuk bisa melakukan persiapan dan jangan sampai ada kecurangan dalam pelaksanaannya,” lanjut Andhika.

Andhika menegaskan dalam pelaksanaan PPDB tersebut harus ada pengawasannya yang ketat, karena selama pengawasan ini , pihaknya mengantisipasikan atas kecurangan terhadap pelaksanaan PPBD tersebut.

“Kita juga sudah bekerjasama dengan tim Siber Pungli, serta dipihak Kepolisiaan dan Kejaksaan pro-aktif terhadap pelaksanaan tersebut,” lanjut Andhika.

Kemudian Ombdusman tetap berpedoman kepada regulasi ketentuan Peraturan Perundang-undangan  terkait indikasi kecurangan seperti pungutan liar, atau indikasi kecurangan yang mengarah ke tindak pidana.

“Jadi Ombudsman ini sebagai Lembaga yang memberikan Warning atau peringatan terlebih dahulu, serta jangan sampai ini terjadi, karena tahun kemarin kita sudah menyampaikan apa saja yang menjadi temuan kita kepada Dinas, serta Pemerintah Daerah. Kalau terjadi lagi jangan saalahkan kami, karena kita juga bekerjasama juga dengan Penegak Hukum,” tambah Andhika.

Sedangkan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah merespon dan menegaskan terkait PPDB tersebut tidak ada KTP dan KK titipan harus melampirkan KTP dan KK Orangtua Aslinya. Kemudian di jalur Prestasi, pastikan untuk bobot prestasinya yang jelas, serta diumumkan prestasi yang dibutuhkan oleh pihak sekolah untuk calon siswa tersebut.

“Kemudian terkait jalur afirmasi dan perpindahan orangtua harus diberikan porsi yang sama,”. Tutup Rohidin (Han)