Alasan Ikan Capa Bengkulu Diminati Konsumen Luar Negeri

Ikan Capa Bengkulu

BENGKULU – Pemilik sekaligus produsen PT. Bina Laut Amanah Ikan Capa, Ahmad Supriono mengatakan tempat penampungannya tersebut sudah melakukan pengiriman sejak beberapa tahun silam.

Biasanya Ia akan mengirimkan sebanyak lima ton ikan capa dalam kurun waktu tiga hari sekali ke Jakarta untuk diekspor ke luar negeri.

Ikan yang dikirim ke Jakarta memiliki banyak jenis, seperti bledang, kerapu, terusan, bayam ayam, bawal putih serta udang kolong.

Ahmad menuturkan ikan capa merupakan jenis ikan yang paling banyak dikirim karena diminati oleh orang luar negeri, salah satunya Jepang.

“Orang Jepang itu minatnya sama ikan capa, kalaupun kita kasih ikan beledang mereka tidak mau. Ikan capa ini tulangnya dikit tidak sampe ke daging,” kata Ahmad pada Bengkulunews.co.id Kamis (17/11/22) siang.

Sebelum dikirim ikan capa tangkapan nelayan akan terlebih dahulu melalui proses penyortiran. Adapun kriteria ikan yang diterima harus memiliki berat diatas 0,6 kg, dengan kondisi perut tidak pecah dan insang sempurna.

Ikan yang diambil dari nelayan tersebut dihargai Rp35 ribu per kilogramnya, sedangkan untuk harga ke Jakarta ikan capa dijual sebesar Rp50 hingga Rp60 ribu.

Bukan hal gampang dalam menjalakan pengiriman tersebut, banyak rintangan yang dihadapi oleh Ahmad. Salah satunya saat pasokan ikan berkurang karena kondisi alam, maka mau tak mau Ia harus menutup penampunganya untuk sementara waktu.

Belum lagi perjalanan mengirim ikan capa dari Bengkulu ke Jakarta, cukup berIsiko. Pasalnya semakin lama perjalanan yang dilalui maka kualitas ikan menjadi tidak segar lagi. Jika ikan sudah tidak segar, akan dibawa pulang untuk dijual dengan harga dibawah modal.

“Kalau kondisi karena alam maka tidak ada, mau tidak mau harus putar Haluan. Tapi kalau hal diluar kondisi alam mungkin masih bisa. Penyakit ikan ini kalau ada goncangan didalam laut maka, dia lari dan sifat ikan itu karena migrasi ya jadi ada bulan-bulan teretentu. Karena kalau mempelajari kehidupan ikan itu berbeda,” jelasnya.

Apalagi saat ini nelayan sudah dibekali oleh alat deteksi ikan yakni GPS, sehingga membantu dan mempermudah mengarahkan armada dalam mencarian ikan.

Ikan capa rupanya banyak dijumpai pada saat bulan Januari hingga Juli, dengan stok yang melimpah Ahmad meminta pemerintah dapat menediakan bantuan seperti Cold Storage untuk menyimpan pasokan berlebih.

Cold Storage sendiri merupakan ruangan yang dirancang khusus dengan kondisi suhu tertentu dan akan digunakan untuk menyimpan berbagai macam produk dengan tujuan mempertahankan kesegaran.

Dengan adanya alat tersebut dapat membantu mengatasi banjirnya stok ikan capa di Bengkulu, sehingga harga ikan tidak turun secara drastis.

Ia berharap pemerintah dapat bekerjasama memfasilitas beberapa hal yang dibutuhkan, sebagai bentuk dukungan kepada di Provinsi Bengkulu.

“Harapan kita bisa jadi pengekspor sendiri, juga harus bersinergi dan meminta pemerintah mempermudah transportasi ikan capa ini,” demikian Ahmad.

Penulis : Cindy

Baca Juga
Tinggalkan komen