Logo

Sepekan Diresmikan, Layanan 112 Kota Bengkulu Malah Dibanjiri 564 Kali Telpon Iseng

Ilustrasi. Dok.BN

Ilustrasi. Dok.BN

BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu meluncurkan layanan Call Center 112 untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat yang sedang dalam keadaan gawat darurat.

Alih-alih memanfaatkan layanan, Call Center 112 malah dijadikan sasaran iseng warga Bengkulu. Layanan bebas pulsa yang diresmikan pekan lalu itu menerima setidaknya 564 kali telpon iseng.

Kabid Penyelenggara E-Goverment Herliani mengatakan, panggilan iseng terbanyak dilakukan pada saat uji coba dan setelah launching layanan 112 beberapa waktu lalu.

“Hal ini terjadi di manapun tak hanya Kota Bengkulu. Apalagi masih baru dan masyarakat cenderung untuk mencoba. Sudah banyak panggilan iseng masuk sampai 564 kali, untuk panggilan kondisi darurat baru 6 kali,” ujar Leni dikutip dari laman mediacenterkotabengkulu, Jumat (27/05/2022).

Leni mengatakan, panggilan 112 sebenarnya dikhususkan untuk keadaan darurat, seperti kebutuhan ambulans, pemadam kebakaran hingga layanan kepolisian.

Menanggapi banyaknya telon iseng itu, Leni mengaku petugas tetap melayani sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Namun bila tetap terjadi, ia mengancam akan melakukan pemblokiran.

“Namun bila terjadi berulang kali menelpon dengan nomor yang sama nantinya kita blokir nomornya dan nomornya bisa dilacak juga,” kata Leni.