Logo
Dempo Xler

Sederet Upaya Pemkab Bengkulu Selatan Atasi Stunting

Road show daring bersama Menko PMK soal atasi stunting

Road show daring bersama Menko PMK soal atasi stunting

BENGKULU SELATAN – Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan, Sukarni memastikan pemerintah daerah Kabupaten Bengkulu Selatan bisa mengatasi stunting. Keyakinan Sukarni ini didasarkan pada data peningkatan Status Gizi Indonesia (SSGI) itu sebesar 23,2 persen atau meningkat 2,4 persen dari kurun waktu 2021-2022.

“Dari sekian persen data yang ada mayoritas 90,62 persen itu berada pada kategori sangat ringan dan tidak ada yang kronis atau tidak ada bayi kurang gizi atau gizi buruk, sehingga ini kami berkeyakinan bahwa kami akan berhasil dan akan berupaya Bagaimana bisa menurunkan angka stunting saat ini,” katanya Road show daring bersama Menko PMK, Senin (20/02/2023).

Sukarni menjelaskan, upaya penurunan stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan selama ini dilakukan dengan cara meningkatkan sasaran pengukuran, mengukur berat badan lahir bayi dan perilaku masyarakat.

Kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan dalam konteks kompetensi penanganan stunting dimulai dari kegiatan-kegiatan yang sifatnya komitmen pimpinan sampai ke aksi lapangan.

Langkah ini diawali dengan penentuan status gizi balita determinasi kemudian penyusunan koordinasi dan konvergensi resistansi. Selanjutnya yang selalu dilakukan di level pertama yakni pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting.

“Upaya yang kita terapkan diantaranya adalah ada inovasi yang langsung berkaitan dengan peningkatan gizi dari balita, kemudian dari aspek kesehatan kita punya inovasi pelayanan cepat terhadap kesehatan dengan program jemput sakit pulang sehat,” jelasnya

“Selanjutnya kita juga mengupayakan di rumah tangga itu sumber gizi masyarakat dengan melakukan gerakan menanam buah segar di karangan rumah, kemudian budidaya ikan dan sayur di halaman, selanjutnya ada inovasi pelayanan kepada masyarakat kita lakukan pelayanan terpadu melalui bupati berkantor di desa,” demikian Sukarni.