Logo

Rumpon Terbesar Dari Provinsi Bengkulu, Tercatat Rekor MURI

bengkulunews.co.id – Nelayan Provinsi Bengkulu membuat rumpon terbesar dalam kegiatan Pekan Nelayan dan Kemaritiman Provinsi Bengkulu. Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatatkan rumpon Provinsi Bengkulu adalah rumpon tradisional terbesar pertama di Indonesia.

“Rumpon tradisional ini terbesar yang kami catat,” kata Osman Semesta Susilo Wakil Direktur MURI saat di Bengkulu, Sabtu (9/4). Terangnya rumpon adalah alat tangkap ikan tradisional, sudah dibuat nelayan tradisional dari dulu. Namun yang terbesar dan tercatat baru saat ini di Pekan Nelayan Maritim Bengkulu.

Gubernur Provinsi Bengkulu, Ridwan Mukti mengatakan, rumpon yang tercatat sebagi rekor MURI tersebut merupakan simbol semangat nelayan bersatu, bergotong royong serta simbol alat tangkap yang ramah terhadap ekosistem laut. Kendati demikian, nelayan Bengkulu dipersiapkan supaya mampu menjelajah laut dengan teknologi.

“Nelayan kita harus mampu mengarungi perairan Bengkulu, SDM serta teknologi yang mumpuni harus kita persiapkan untuk ke depan,” jelas gubernur saat di Pantai Panjang Bengkulu

Hari Nelayan Nasional, diperingati dan dijadikan momen pencanangan Provinsi Bengkulu menuju Provinsi Maritim. Harapannya adalah Provinsi Bengkulu mampu memanfaatkan potensi maritim, mejadikan poros maritim Indonesia. Secara geografis, Provinsi Bengkulu memiliki 525 km panjang garis pantai. Sebagian besar wilayahnya terletak dipesisir laut yang terhampar hingga ke samudera hindia.

Baca jugaBangun Kultur, Langkah Awal Bengkulu Maritim

Provinsi Bengkulu menggelar Pekan Nelayan dan Kemaritiman dari 6 hingga 13 April 2016. Sejumlah kegiatan dari pendidikan, sosial ekonomi serta  kesehatan di fokuskan guna mendorong dan mengingatkan kembali bahwasannya masa depan Provinsi Bengkulu ada di laut. Kampanye pelestarian ekosistem, mulai dari pameran display tematik hingga pelepasliaran satwa laut. Penanaman mangrove secara masal, dan promosi potensi wisata pantai dan pulau-pulau di Provinsi Bengkulu.

“Dengan Rumpon, ini artinya nelayan kelaut bukan mencari ikan tapi menangkap ikan,” tutup Ridwan Mukti. (122)