Logo

Tidak ada tag populer ditemukan hari ini.

Ratusan Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bengkulu Ikut Buka Bareng

BENGKULU – Ratusan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu mendapatkan kesempatan untuk buka puasa bersama keluarga di momentum Ramadhan 1445 Hijriah, Rabu (27/03/2024).

Kegiatan bukber ini digelar di halaman Lapas Kelas IIA Bengkulu. Momen haru dan bahagia tampak dari raut wajah warga binaan saat keluarga mereka datang membawa bekal untuk disantap.

Salah satunya Romi, warga binaan yang sudah tiga bulan tidak berjumpa dengan keluarganya. Ia mengaku bahagia bercampur sedih karena di momen Ramadhan tahun ini tidak bisa terus berkumpul bersama keluarga.

“Senang ya bisa buka puasa bersama keluarga, lain rasanya lebih semangat. Baru tahun inilah Ramadhan tidak bersama keluarga,” ungkap Romi.

Senada disampaikan Rohasni, orang tua Romi yang sangat bahagia bisa menjumpai anaknya dan berbuka puasa bersama di dalam Lapas.

Untuk mengobati rasa rindunya, Rohasni juga membawa bekal ayam bakar dan bebek goreng yang disukai anaknya untuk disantap.

“Alhamdulillah senang sekali bisa berkumpul sama si Romi ini. Sudah sekitar 3 bulan ibu tidak kesini, jadi rindu sekali,” ucapnya.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut pertama kalinya dilakukan di Lapas Kelas IIA Bengkulu.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para warga binaan agar bisa berkumpul bersama keluarga mereka saat bulan ramadhan.

“Perlu kami jelaskan bahwa kami pada saat ini memanfaatkan momen bulan Ramadhan ini untuk mengundang keluarga dari narapidana. Jadi negara hadir memberikan kesempatan untuk berkumpul agar narapidana bisa merasakan kehangatan bersama keluarga dengan berbuka bersama di Lapas,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Yuniarto.

Dalam kegiatan buka puasa bersama ini, pihak Lapas Kelas IIA Bengkulu tetap menerapkan SOP seperti biasanya. Keluarga yang diperbolehkan datang hanya empat orang saja. Sementara keluarga warga binaan hanya dibatasi berkumpul hingga pukul 19.00 WIB.

“Untuk pengamanan kita menerapkan SOP yang telah ada, yakni melakukan penggeledahan badan dan barang bawaan warga yang datang,” tandasnya.