Logo

Pesona Salah Satu Juara Desa Wisata Penembang Bengkulu Tengah

Air Terjun Curug Pesuk, Desa Penembang, Bengkulu Tengah. Foto, Dok.BN

Air Terjun Curug Pesuk, Desa Penembang, Bengkulu Tengah. Foto, Dok.BN

BENGKULU TENGAH – Bengkulu memiliki kekayaan alam yang luar biasa, dari rindangnya pepohonan di gunung. Gelombang air laut yang indah di sepanjang pesisir pantai, serta air terjun yang mengalir bak turun langsung dari langit.

Salah satu keindahan tersebut dapat dijumpai di desa Penembang Kecamatan Merigi Kelindang, Bengkulu Tengah. Di desa ini anda akan disuguhkan oleh keindahan air terjun curug pesuk, pemandian umum alami, Bunga Rafflesia, outbond area, resort dan tempat kuliner.

Dulunya, Penembang adalah desa biasa yang berada jauh dari perkotaan. Potensi sungai dengan air terjun yang berjarak kurang lebih 100 meter dari desa ini menghantarkan Penembang meraih juara kedua Anugerah Desa Wisata se Provinsi Bengkulu.

Pemandian Alami Desa Penembang. Foto, Dok.BN

Predikatnya bukan isapan jempol belaka. Secara swadaya, warga Penembang menyulap air terjun ini menjadi salah satu destinasi favorit. Di sekitarnya dibangun sejumlah hiasan, pondok berjualan hingga tempat beristirahat. Wajar jika tempat ini dikunjungi 300 hingga 400 wisatawan per hari.

“Inspirasi desa Penembang banyak ya, kita buka di youtube buka di instagram, kita liat potensi apa yang kita bisa kita lakukan di sini, kita coba pelajari jadi banyak insipirasinya. Kadang ide-ide itu keluar sendiri,” kata Ari Anggara Sekdes Desa Penembang pada Bengkulunews.co.id, Sabtu (07/05/22).

Wisatawan yang ingin berenang dengan tenang sambil menikmati alam akan diarahkan ke bagian atas air terjun setinggi kurang lebih 20 meter itu. Untuk sampai ke sana, wisatawan harus melalui jalan lain yang langsung menuju ke bagian atas.

Pemandian Alami Desa Penembang. Foto, Dok.BN

Tidak perlu khawatir, fasilitas di Desa Wisata Penembang cukup lengkap. Jika ingin berenang desa ini menyediakan tempat untuk ganti pakaian.

Jika beruntung datang di waktu yang tepat, wisatawan yang berlibur ke Desa Penembang juga dapat menjumpai salah satu flora langka di Indonesia, Bunga Rafflesia. Bunga ini biasanya mekar di pertengahan tahun.

“Kita juga ada bunga raflesia, belum mekar, biasa itu di bulan enam sampai tujuh. Untuk track jalannya agak jauh dari sini, masih di lokasi desa,” kata Ari.

Belum cukup sampai di situ, Desa Penembang juga tengah melakukan beberapa pengembangan, salah satunya penambahan unit resort tempat menginap. Tempat ini nantinya akan memiliki berbagai fasilitas pendukung untuk wisatawan yang bermalam.

Pondok lesehan di Desa Penembang

Ari berharap, desa yang sempat masuk dalam 100 besar dari 3419 desa wisata di Indonesia ini dapat menjadi lokasi unggulan dalam berwisata ke Bengkulu Tengah.

“Harapan sih ke depan lebih maju banyak pengunjung dan yang penting, ada perhatian dari desa jangan sampai dari pusat ada pengembangan untuk desa-desa, tapi dari daerah tidak ada, walau tidak dari fisik bisa dari tenaga kerjanya, itulah pesan untuk pemerintah daerah maupun provinsi, suapaya desa bisa berkembang,” kata Ari.

Untuk berkunjung ke sini, wisatawan akan menempuh jarak sejauh 45 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam perjalanan dari Kota Bengkulu. Rutenya bisa melalui persimpangan di Desa Lubuk Sini atau dari pertigaan Desa Bajak I Kecamatan Taba Penanjung. Namun kondisi jalan yang belum mulus, pengunjung lebih direkomendasikan untuk melewati rute dari Desa Lubuk Sini.

Sekdes Penembang, Ari Anggara (Tengah)

Tiba di lokasi wisatawan akan menjumpai tulisan Wisata Desa Penembang yang terpampang di depan arela persawahan hijau. Untuk mengakses wisataw, pengunjung dikenakan tarif yang cukup mrah. Tiket masuk seharga Rp3 ribu perorang dan Rp2 ribu untuk satu unit motor.