Logo

Perbedaan Gempa Laut dan Gempa Darat yang Mengguncang Cianjur

Ilustrasi

Ilustrasi

Akhir-akhir ini sejumlah daerah di Indonesia, diguncang gempa dengan skala kekuatan kecil hingga besar. Gempa sendiri terjadi karena adanya perubahan atau pergerakan kerak bumi yang biasa disebut lempeng tektonik. Pergeseran tersebut mengakibatkan perubahan letak permukaan tanah secara signifikasi dari posisi awal.

Pusat gempa berada di dalam kerak bumi yang merupakan tempat tenaga gempa bumi dilepaskan. Titik lokasi gempa biasanya terletak pada kedalaman laut maupun darat.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi I Bengkulu, Anang Anwar menjelaskan antara gempa laut dan darat hanya berbeda pada titik lokasi terjadinya gempa saja.

Gempa laut adalah gempa yang pusatnya terletak pada dasar laut atau terjadi di dalam laut, akibat pergeseran lempeng dan dapat menyebabkan potensi tsunami.

Sedangkan gempa darat merupakan gempa yang berpusat di daratan, biasanya disebabkan oleh gunung meletus, pergeseran lempeng maupun runtuhnya gua bawah tanah.

“Pertemuan lempeng kan bisa terjadi di laut ataupun di darat. Biasanya gempa darat akan menimbulkan dampak munculnya dataran tinggi seperti bukit barisan yang ada di Sumatera atau dataran tinggi Lembang maupun Cimandiri di Jawa Barat,” kata Anang pada Bengkulunews.co.id Selasa (22/11/22) siang.

Ia menegaskan bahwa kedua gempa tersebut memiliki potensi berbahaya dan dapat menimbulkan kerugian materiil maupun non materiil. Bengkulu sendiri merupakan daerah yang rawan oleh bencana dan masuk dalam zona Ring Of Fire.

Oleh karena itu Anang meminta masyarakat untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri, karena hingga detik ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan terjadinya gempa.

“Kita wajib bersiap juga harus waspada terhadap gempa bumi tersebut, karena sampai sekarang belum ada teknologi yang dapat meramalkan kapan dan berapa besar serta lokasi gempa bumi ini akan terjadi,” demikian Anang.

Penulis : Cindy