Logo

Pemerintah Tetapkan Kurikulum Baru, Jurusan IPA-IPS Dihapuskan di Sekolah

JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) memastikan akan menerapkan kurikulum baru pada tahun ajaran 2022-2023. Dalam kurikulum ini tidak ada lagi jurusan atau peminatan seperti IPA, IPS, atau Bahasa di sekolah.

Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim mengatakan, kurikulum yang dinamai “Kurikulum Merdeka” ini nantinya memberikan kebebasan pada siswa untuk memilih mata pelajaran yang ia minati.

“Ini salah satu keputusan atau choice atau pemilihan yang bisa diberikan kemerdekaan bagi anak-anak kita yang sudah mulai masuk dalam umur dewasa untuk bisa memilih,” kata Nadiem secara virtual, dilansir Kompas.com, Sabtu (12/2/2022).

Kurikulum Merdeka dapat mulai digunakan di tahun ajaran 2022/2023. Namun sekolah diberi keleluasaan untuk menerapkan kurikulum ini sesuai dengan kesiapanya. Guru juga akan diberikan kewenangan untuk menentukan alur pembelajaran.

“Jadinya guru ini bisa memilih kalau misalnya guru itu merasa dia mau lebih cepat, itu bisa. Kalau guru itu merasa dia mau pelan-pelan dikit untuk memastikan dari ketinggalan, juga bisa,” kata Nadiem.

Nadiem menyebutkan beberapa keunggulan Kurikulum Merdeka. Pertama, lebih sederhana dan mendalam karena kurikulum ini akan fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya.

Kemudian, tenaga pendidik dan peserta didik akan lebih merdeka karena bagi peserta didik, tidak ada program peminatan di SMA, peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya.

Sedangkan bagi guru, mereka akan mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik. Lalu sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.

Keunggulan lain dari penerapan Kurikulum Merdeka ini adalah lebih relevan dan interaktif di mana pembelajaran melalui kegiatan projek akan memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual, misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Satuan pendidikan dapat memilih tiga opsi dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2022/2023. Pertama, menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan.

Kedua, menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan. Ketiga, menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar.

“Dengan Merdeka Belajar, tidak akan ada pemaksaan penerapan (Kurikulum Merdeka) ini selama dua tahun ke depan,” tegas Nadiem.