Pasifik Partnership 2018, Ajang Promosi Pariwisata Bengkulu

KOTA BENGKULU – Selain dalam rangka Pasifik Partnership 2018 dan kunjungan latihan bersama Tanggap bencana dan bakti sosial Angkatan Laut Amerika Serikat di Provinsi Bengkulu, PLT Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengungkapkan kedatangan militer Amerika tersebut juga menjadi ajang untuk mempromosikan Pariwisata Provinsi Bengkulu di kancah internasional.

“Dari event ini juga kita mendorong percepatan pembangunan Bengkulu serta menjadi ajang mempromosikan pariwisata Bengkulu, seperti Bunga Raflesia,rumah persinggahan Bung Karno, Benteng Malabrough dan masih banyak lagi potensi pariwisata diBengkulu,” ujarnya saat konferensi pers usai pembukaan Pasific Partnership 2018, Senin (2/4/2018).

Selain itu, kata dia kegiatan yang dilaksanakan juga memberikan dampak ekonomi dan perubahan kultur bagi masyarakat Bengkulu, karena tidak hanya membangun kesiapsiagaan dalam rangka penaggulangan bencana tapi juga mendorong percepatan pembangunan Provinsi Bengkulu.

“Kita masyarakat Bengkulu menyambut baik event enam tahun sekali ini, karena event ini sangat bermanfaat dan secara tidak langsung memberikan dampak ekonomi diprovinsi Bengkulu,” ungkapnya.

Disisi lain, dalam kesempatan tersebut Kedutaan Besar Amerika Serikat Joseph Donovan juga mengungkapkan Pacific Partnership 2018 yang digelar di Bengkulu menjadi sebuah contoh lainnya tentang kerjasama yang luar biasa antara kedua negara.

“Kegiatan di Bengkulu ini tidak hanya menitikberatkan pada pertukaran militer namun juga pada pertukaran budaya dan pendidikan tentunya,” pungkasnya.

Diketahui, event PACIFIC PARTNERSHIP 2018 yang digelar di Bengkulu merupakan kali ke-enam diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 2006. Pacific Partnership merupakan bantuan kemanusiaan multilateral tahunan dan misi kesiapsiagaan bantuan bencana.

Selama di Indonesia, lebih dari 800 personil militer dan sipil dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Prancis, Korea Selatan, Singapura, dan Jepang akan ikut ambil bagian dan TNI, tim medis, dokter gigi, teknik sipil, dan dokter hewan akan bermitra dengan para ahli dari Indonesia untuk melakukan kegiatan pertukaran kesehatan, simposium medis, dan pelatihan tanggap bencana.

“Tujuan bersama kami adalah membantu pemerintah, militer, dan komunitas lokal dengan bermacam layanan yang akan memperkuat kemampuan mereka untuk bersiap siaga menghadapi bencana,” demikian Joseph.

Baca Juga
Tinggalkan komen