Novena, Desainer Muda dan Kombinasi Gaun Modern dengan Adat Lokal

Novena Suhanda merupakan designer lulusan Wing University Malaysia yang kini tengah menjalankan usaha di Surabaya.

Ia sendiri memulai karir sejak tahun 2017, kala itu dirinya baru semester dua sekolah fashion dan mencoba membuka usaha butik di Bengkulu.

“Dulu awalnya buka di Jakarta, cuma tidak bikin lagi di sana. Jadi ke Bengkulu, kebetulan saya lahir di sana,” kata Novena pada Bengkulunews.co.id Senin (10/01/23) siang.

Konsep dari Faith Of Bride sendiri mengangkat tema modern designer, berbeda dengan penjahit biasanya yang ada di Bengkulu.

Selain itu  klien juga dapat berkonsultasi untuk menentukan gaun seperti apa yang diimpikan maupun membahas detailnya, seperti ukruan dan lain-lain.

Fashion designer juga lebih bisa konsultasi, cocokin ke body size customer. Misal kalau ada yang gendut, cocoknya pakai apa atau badany tidak proposional bisa di-adjust (sesuaikan),” jelasnya.

Fashion designer juga memiliki karakteristik tersendiri, sehingga apapun yang diinginkan customer tetap menyelipkan identitas tersebut.

Biasanya Novena akan mendengarkan terlebih dahulu seperti apa model gaun yang diiginkan, karena setiap klien memiliki cerita masing-masing dan tentu ingin dibagikan pada hari bahagianya.

“Kadang setiap konsumen itu punya story dan apa yang dia ingin di gaun weddingnya bagaimana, kita dengerin dulu. Atau dia punya cerita ketemu di Jepang atau misal mau nikahnya adat Padang, kita masukin unsur Padang modern,” tutur Novena.

Biasanya konsep untuk baju adat modern ini lebih berfokus pada kualitas gaun, serta karakteristik dan model terbaru. Seperti kualitas palet yang digunakan lebih bermacam dan tidak mudah karatan, agar bisa disimpan lama sebagai kenangan.

Tentunya berbagai suka duka sudah dialaminya, selama menjalani usaha tersebut. Salah satunya adalah ketika pertama kali memperkenalkan Bring New Brand (Merk baru) butik, mereka kesulitan untuk mencari baju pernikahan yang modern.

“Hampir sulit banget cari baju wedding yang modern ya, orang-orang juga masih asing dengan model-model kebaya dengan warna pastel. Makanya kita berusaha untuk  lebih memikirkan cara bagaimana bring new trend ke Bengkulu. Tapi banyak juga yang fashionable dan mengerti trend, jadi mereka mudah menerima,” keluhnya.

Selain itu saat pandemic covid-19 melanda, Novena mengaku kewalahan menyusun jadwal yang berantakan. Kala itu salah satu klien yang sudah membuat baju untuk acara resepsinya besok, malah tidak bisa menikah karena pemberlakuan PPKM. Sehingga harus membuat ulang baju untuk hari akad saja.

Terlepas dari duka yang dirasakan, beberapa kliennya memiliki cerita-cerita indah. Novena banyak melihat sendiri bagaimana para pasangan berbagai kota hingga negara dipersatukan, pada hari bahagia mereka.

Ia juga belajar banyak akan adat dan budaya dari para kliennya, bahkan mempelajari detail-detail unik setiap baju kebaya setiap daerah. Sehingga ada hal baru dan seru yang ditemuinya saat menjalankan usaha tersebut.

“Ada juga klien yang bikin kebaya untuk banyak adat, seperti Batak, Padang, Bengkulu, Palembang jadi dari situ aku lebih mengenal oh adat-adat itu punya detail-detail yang unik. Jadi dari situ aku mulai mengenal, oh Indonesia itu punya banyak budaya ya, mereka juga unik dan berbeda-beda, seru sih,” ceritanya.

Faith Of Bride sendiri memiliki dua model baju yakni Internasional gaun dan Kebaya modern, sedangkan untuk harga dari Rp6,5 juta hingga Rp25 juta. Novena menuturkan Faith of Bride juga menyediakan kebaya untuk wisuda dan akad dengan kisaran Rp2,5 juta keatas.

Bagi Bride yang ingin memesan gaun bisa mengkonfirmasi waktu dari satu sampai enam bulan  sebelum hari H. Agar proses pengerjaan tidak terburu-buru dan kualitas serta hasil akhir  jauh lebih sempurna dan baik.

“Baiknya itu malah delapan sampai dua belas bulan sebelumnya, karen kalau waktunya lebih mepet jadi terburu-burukan. Kalau panjangkan, misal kain habis ada waktu bagi tim cari bahan, karena belinya sebagian di luar negeri. Kalau waktunya lama kita juga tidak  terburu-buru,” tegasnya.

Novena berharap kedepannya usaha butik Faith of Bride ini bisa membawa nama Indonesia terkhusus Bengkulu, hingga ke dunia fashion Internasional.

“Harapan sebenarnya ingin lebih menjajaki dunia fashion secara internasional, karena kita lihat fashion Indonesia tidak kalah dari yang lainnya. Budaya Indonesia juga kental, jadi banyak banget desaigner yang kreatif lahir dair sini. Maunya bawa Indonesia ke luar, mimpi terdekat si paling lebih terkenal di Indonesia untuk Fashion of Bride,” demikian Novena.

Baca Juga
Tinggalkan komen