Nongkrong Asyik di Angkringan Jenonk, Belajar Buat Kopi dan Nikmati Kuliner Rasa Internasional

Angkringan jenonk menyediakan berbagai macam jenis kopi dengan racikan terbaik. Foto, BN

BENGKULU – Bagi Anda pecinta kopi harus banget tau tempat ini, kolaborasi dari Taraso Coffee dan Angkringan Jenonk menyuguhkan berbagai menu yang dijamin buat kamu balik lagi ketempat ini.

Risky Barista dari Taraso Coffee dan Angkringan Jenonk mengaku sudah membuka tongkrongan ini selama satu tahun setengah, mereka terinsiprasi dari kebiasan nongkrong bersama teman-temannya dan juga memiliki ketertarikan pada dunia kopi.

Awalnya hanya ada Angkringan Jenonk yang dikelola sendiri oleh temannya, belum ada ciri khas dari minuman ditempat tersebut. Dari situlah Ia melihat peluang, untuk mengisi bagian yang kosong itu.

“Temen buka sendirian, jadi belum ada ciri khas diminumannya. Makanya kita join,” kata Risky pada Bengkulunews.co.id Kamis (28/07/22) siang.

Berbagai menu Nusantara dapat Anda temukan di tempat ini, dan siap memanjakan lidah Anda. Yang uniknya lagi, tempat ini memiliki menu andalan yakni Nasi Bakar.

Nasi Bakar ini dibaluti oleh daun pisang yang sudah sudah dibakar dan didalamnya menyuguhkan pepes ikan yang penuh dengan rempah-rempah, trepat diatas nasi hangat.

“Nasi bakar itu biasanya dari jogja yakan, atau nasi kucing yang biasa isinya sedikit. Kalau kita isinya banyak, terus didalamnya juga banyak rempah-rempah,” tuturnya.

Untuk harga makanan tergolong cukup murah ya, dari Rp13 ribu hingga Rp40 ribu, tongkrongan ini memberikan fasilitas yang membuat pengunjung merasa nyaman. Anda dapat mengekspresikan diri lewat alat karoke yang tersedia disini.

Anda juga dapat membawa mainan untuk mengisi waktu luang bersama teman, sembari menikmati makanan dan minuman. Jangan lupa mencoba kopi terrecomend di sini, yakni Kopi Latte Rum.

Untuk kopi ini dasarnya dari kopi Bengkulu yang dipadukan dengan Rum asli dari salah satu brand. Taraso Caffe juga memiliki empat jenis kopi yang digunakan dalam penyuguhan kopi, ada kopi jenis Robusta, Arabika, Luwak dan Liberika.

Harganya bervariasi dari Rp60 ribu hingga Rp1,5 juta terkhusus untuk biji kopi saja, namun untuk harga kopi yang sudah jadi harganya mulai dari Rp15 ribu hingga paling Rp25 ribu.

Anda juga dapat belajar lebih dalam mengenai kopi, tidak hanya itu jika beruntung Anda akan dapat melihat proses pemasakkan biji kopi.

Bengkulunews kali ini berkesempatan melihat proses Roasting biji kopi, menggunkan mesin yang dibuat sendiri dan dinamakan Roasting mesin.

Dalam memasak kopi memakan waktu 20 sampai 25 menit, dengan tingkatan suhu standar di 210 derajat. Mesin yang dibuat sendiri ini menggunakan tenaga gas dan listik, alasannya agar kopi yang dimasak matang secara merata.

Mesin ini dapat menampung kapasitas sebanyak 16 kilogram biji kopi, dalam pemasakannya berat kopi akan terkikis hingga menjadi 6 kilogram dan pada saat kopi matang menjadi 5 sampai 5,5 kilogram saja.

Sambil menunggu biji kopi matang, Risky selalu mengecek suhu dan mencatat setiap beberapa menit sekali. Untuk memastikan pada suhu dan menit keberapa, biji kopi beraroma berbeda sehingga dari satu jenis biji kopi dapat menjadi beberapa rasa.

Risky sudah memproduksi menggunakan mesin buatan ini selama 6 bulan, biasanya biji kopi yang dipakai dari daerah kepahyang. Dan dibeli oleh petani seharga Rp45 ribu perkilogramnya.

Kopi yang dibuatnya ini ternyata sudah terbang kebebrapa daerah di Indonesia loh, dari semarang dan sekitarnya hingga paling jauh ke papua.

Wah menarik bukan, bagaimana apa Anda tertarik? untuk nongkrong disini sembari belajar banyak mengenai kopi? jika ya, tempat ini berlokasi di Jl. K.H. A Dahlan Kebun Ros Bengkulu belakang Unihaz.Tempat ini buka dari pukul 10.00 wib hingga 22.00 wib, dari senin hingga sabtu.

Baca Juga
Tinggalkan komen